Ketahui Bacaan Sujud Sahwi yang Bikin Kamu Penasaran

jurnal


bacaan sujud sahwi

Bacaan sujud sahwi adalah bacaan yang dibaca ketika seseorang melakukan sujud sahwi, yaitu sujud yang dilakukan untuk mengganti kesalahan atau kekurangan dalam shalat. Bacaan sujud sahwi terdiri dari dua kalimat, yaitu:

Subhana man laa yanaamu wa laa yas-hu.

Maha Suci Dzat yang tidak tidur dan tidak lupa.

Bacaan sujud sahwi ini memiliki beberapa keutamaan, di antaranya:

  1. Menghapus kesalahan atau kekurangan dalam shalat.
  2. Menambah pahala bagi orang yang melakukannya.
  3. Menjadi bukti ketaatan kepada Allah SWT.

Bacaan sujud sahwi juga memiliki sejarah yang panjang. Dalam kitab-kitab hadits disebutkan bahwa bacaan ini telah diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada para sahabatnya. Sejak saat itu, bacaan sujud sahwi terus diamalkan oleh umat Islam hingga sekarang.

Demikian penjelasan mengenai bacaan sujud sahwi. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Bacaan Sujud Sahwi

Bacaan sujud sahwi memegang peranan penting dalam ibadah shalat. Berikut tujuh aspek esensial terkait bacaan sujud sahwi:

  • Lafadz: Subhana man laa yanaamu wa laa yas-hu.
  • Jumlah: Dua kalimat.
  • Waktu: Saat sujud sahwi.
  • Hukum: Sunnah.
  • Keutamaan: Menghapus kesalahan shalat.
  • Dalil: Hadits Rasulullah SAW.
  • Sejarah: Sudah diamalkan sejak zaman Rasulullah SAW.

Ketujuh aspek tersebut saling terkait dan membentuk satu kesatuan yang utuh dalam bacaan sujud sahwi. Lafadznya yang singkat namun sarat makna, jumlahnya yang sedikit namun cukup, dan waktunya yang tepat menunjukkan kesempurnaan ajaran Islam. Hukumnya yang sunnah menunjukkan bahwa bacaan ini dianjurkan untuk dilakukan, namun tidak wajib. Keutamaannya yang menghapus kesalahan shalat menjadikannya sangat penting untuk diamalkan. Dalilnya yang berasal dari hadits Rasulullah SAW menjadikannya sebagai amalan yang berlandaskan pada ajaran Nabi Muhammad SAW. Dan sejarahnya yang panjang menunjukkan bahwa bacaan ini telah menjadi bagian integral dari ibadah shalat sejak zaman Rasulullah SAW hingga sekarang.

Lafadz

Lafadz Subhana man laa yanaamu wa laa yas-hu merupakan bacaan sujud sahwi yang memiliki makna “Maha Suci Dzat yang tidak tidur dan tidak lupa”. Lafadz ini memiliki kedudukan yang sangat penting dalam bacaan sujud sahwi karena merupakan bagian yang tidak terpisahkan. Lafadz ini menjadi identitas dan pembeda bacaan sujud sahwi dari bacaan lainnya dalam shalat.

Lafadz Subhana man laa yanaamu wa laa yas-hu memiliki beberapa keutamaan, di antaranya:

  1. Menghapus kesalahan atau kekurangan dalam shalat.
  2. Menambah pahala bagi orang yang melakukannya.
  3. Menjadi bukti ketaatan kepada Allah SWT.

Berdasarkan hadits Rasulullah SAW, lafadz Subhana man laa yanaamu wa laa yas-hu dibaca sebanyak dua kali saat sujud sahwi. Hal ini menunjukkan bahwa lafadz ini sangat penting dan dianjurkan untuk dibaca dengan benar dan khusyuk.

Dalam praktiknya, lafadz Subhana man laa yanaamu wa laa yas-hu dibaca setelah membaca istighfar dan sebelum bangkit dari sujud sahwi. Lafadz ini diucapkan dengan suara yang pelan dan jelas, serta diiringi dengan penghayatan makna yang terkandung di dalamnya.

Dengan memahami makna dan keutamaan lafadz Subhana man laa yanaamu wa laa yas-hu, kita dapat semakin meningkatkan kualitas ibadah shalat kita. Lafadz ini menjadi pengingat bagi kita bahwa Allah SWT adalah Dzat yang Maha Sempurna, yang tidak pernah tidur atau lupa. Dengan demikian, kita akan semakin khusyuk dan fokus dalam beribadah kepada-Nya.

Jumlah

Jumlah bacaan sujud sahwi adalah dua kalimat, yaitu:

  1. Subhana man laa yanaamu wa laa yas-hu.
  2. Subhana man laa yanaamu wa laa yas-hu.

Jumlah dua kalimat ini memiliki beberapa alasan, antara lain:

  • Mudah diingat. Dua kalimat ini singkat dan mudah diingat, sehingga tidak memberatkan bagi orang yang melakukannya.
  • Sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Dalam hadits Rasulullah SAW disebutkan bahwa bacaan sujud sahwi terdiri dari dua kalimat.
  • Menunjukkan kesempurnaan. Angka dua sering dikaitkan dengan kesempurnaan, sehingga jumlah dua kalimat bacaan sujud sahwi menunjukkan kesempurnaan ibadah shalat.

Dengan memahami alasan di balik jumlah dua kalimat bacaan sujud sahwi, kita dapat semakin menghayati ibadah shalat kita. Jumlah dua kalimat ini menjadi pengingat bagi kita untuk selalu berusaha menyempurnakan ibadah kita kepada Allah SWT.

Waktu

Waktu membaca bacaan sujud sahwi adalah saat sujud sahwi, yaitu sujud yang dilakukan untuk mengganti kesalahan atau kekurangan dalam shalat.

  • Mengoreksi Kesalahan

    Bacaan sujud sahwi dibaca saat sujud sahwi untuk mengoreksi kesalahan atau kekurangan dalam shalat, seperti tertinggal rakaat, salah gerakan, atau lupa membaca ayat Al-Qur’an.

  • Menambah Kekurangan

    Bacaan sujud sahwi juga dibaca untuk menambah kekurangan dalam shalat, seperti kurangnya jumlah sujud atau kurangnya bacaan doa.

  • Melengkapi Shalat

    Dengan membaca bacaan sujud sahwi saat sujud sahwi, shalat menjadi lebih lengkap dan sempurna.

  • Tanda Kesempurnaan

    Membaca bacaan sujud sahwi saat sujud sahwi merupakan tanda kesempurnaan ibadah shalat dan menunjukkan ketaatan kepada Allah SWT.

Dengan memahami waktu membaca bacaan sujud sahwi, kita dapat semakin meningkatkan kualitas ibadah shalat kita. Waktu yang tepat untuk membaca bacaan ini menunjukkan pentingnya mengoreksi kesalahan, menambah kekurangan, dan melengkapi shalat kita agar menjadi sempurna.

Hukum

Bacaan sujud sahwi termasuk amalan sunnah dalam shalat. Artinya, hukum membacanya adalah dianjurkan, namun tidak wajib. Keutamaan membaca bacaan sujud sahwi adalah untuk menyempurnakan ibadah shalat dan sebagai bukti ketaatan kepada Allah SWT.

  • Menyempurnakan Shalat

    Membaca bacaan sujud sahwi dapat menyempurnakan shalat yang kita lakukan. Dengan membaca bacaan ini, kita telah melaksanakan salah satu sunnah Rasulullah SAW dalam shalat.

  • Bukti Ketaatan

    Membaca bacaan sujud sahwi juga merupakan salah satu bukti ketaatan kita kepada Allah SWT. Dengan membaca bacaan ini, kita menunjukkan bahwa kita berusaha untuk mengikuti ajaran Rasulullah SAW dan melaksanakan shalat dengan sempurna.

  • Tidak Menggugurkan Kewajiban Shalat

    Meskipun hukum membaca bacaan sujud sahwi adalah sunnah, namun tidak membacanya tidak menggugurkan kewajiban shalat. Shalat tetap sah meskipun kita tidak membaca bacaan sujud sahwi.

  • Dianjurkan untuk Dibaca

    Meskipun tidak wajib, namun membaca bacaan sujud sahwi sangat dianjurkan. Hal ini karena membaca bacaan ini termasuk salah satu sunnah Rasulullah SAW dan memiliki banyak keutamaan.

Dengan memahami hukum bacaan sujud sahwi, kita dapat semakin meningkatkan kualitas ibadah shalat kita. Membaca bacaan sujud sahwi saat sujud sahwi menunjukkan bahwa kita berusaha untuk menyempurnakan ibadah kita dan menjadi bukti ketaatan kita kepada Allah SWT.

Keutamaan

Bacaan sujud sahwi memiliki keutamaan yang sangat besar, yaitu dapat menghapus kesalahan atau kekurangan dalam shalat. Keutamaan ini menjadikan bacaan sujud sahwi sangat penting untuk diamalkan dalam ibadah shalat.

  • Menghapus Kesalahan yang Tidak Disengaja

    Bacaan sujud sahwi dapat menghapus kesalahan yang tidak disengaja dalam shalat, seperti tertinggal rakaat, salah gerakan, atau lupa membaca ayat Al-Qur’an. Dengan membaca bacaan sujud sahwi, kesalahan tersebut dapat terhapus dan shalat menjadi sah.

  • Menyempurnakan Shalat

    Membaca bacaan sujud sahwi juga dapat menyempurnakan shalat yang kita lakukan. Dengan membaca bacaan ini, kita telah melaksanakan salah satu sunnah Rasulullah SAW dalam shalat dan membuat shalat kita lebih sempurna.

  • Bukti Ketaatan

    Membaca bacaan sujud sahwi merupakan salah satu bukti ketaatan kita kepada Allah SWT. Dengan membaca bacaan ini, kita menunjukkan bahwa kita berusaha untuk mengikuti ajaran Rasulullah SAW dan melaksanakan shalat dengan sempurna.

  • Mendapat Pahala

    Membaca bacaan sujud sahwi juga dapat mendatangkan pahala bagi kita. Hal ini karena membaca bacaan ini termasuk amalan sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

Demikian beberapa keutamaan membaca bacaan sujud sahwi. Dengan memahami keutamaan ini, kita dapat semakin meningkatkan kualitas ibadah shalat kita dan menjadi lebih taat kepada Allah SWT.

Dalil

Bacaan sujud sahwi memiliki dasar yang kuat dalam ajaran Islam, yaitu hadits Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

“Apabila salah seorang dari kalian ragu dalam shalatnya, apakah ia telah mengerjakan tiga rakaat atau empat rakaat, maka hendaklah ia buang keraguannya dan jadikan shalatnya tiga rakaat. Kemudian sujudlah dua kali sebelum salam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa bacaan sujud sahwi dibaca saat seseorang ragu atau lupa jumlah rakaat yang telah dikerjakan dalam shalat. Dengan membaca bacaan sujud sahwi, keraguan dan kesalahan tersebut dapat terhapus dan shalat menjadi sah.

  • Landasan Hukum yang Kuat

    Hadits Rasulullah SAW menjadi landasan hukum yang kuat bagi bacaan sujud sahwi. Hadits ini menunjukkan bahwa bacaan sujud sahwi merupakan ajaran yang diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW dan diamalkan oleh para sahabatnya.

  • Bukti Autentitas

    Hadits yang meriwayatkan bacaan sujud sahwi diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, dua perawi hadits yang terkenal dengan ketelitian dan keautentikannya. Hal ini menunjukkan bahwa bacaan sujud sahwi memiliki (sanad) yang kuat dan dapat dipercaya.

  • Panduan bagi Umat Islam

    Hadits Rasulullah SAW tentang bacaan sujud sahwi menjadi panduan bagi umat Islam dalam melaksanakan ibadah shalat. Hadits ini menunjukkan cara yang benar untuk mengatasi keraguan atau kesalahan dalam shalat, sehingga shalat menjadi lebih sempurna dan sesuai dengan ajaran Islam.

  • Sumber Pahala

    Dengan membaca bacaan sujud sahwi sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW, seorang muslim dapat memperoleh pahala karena mengikuti sunnah Rasulullah SAW dan menyempurnakan ibadahnya.

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa dalil dari hadits Rasulullah SAW menjadi dasar yang kuat bagi bacaan sujud sahwi. Hadits ini menunjukkan bahwa bacaan sujud sahwi merupakan ajaran yang autentik dan memiliki keutamaan dalam ibadah shalat.

Sejarah

Bacaan sujud sahwi memiliki sejarah yang panjang dan sudah diamalkan sejak zaman Rasulullah SAW. Hal ini menunjukkan bahwa bacaan sujud sahwi merupakan bagian integral dari ibadah shalat sejak awal Islam.

Amalan Rasulullah SAW menjadi contoh dan tuntunan bagi umat Islam dalam beribadah. Dengan membaca bacaan sujud sahwi sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, umat Islam dapat mengikuti sunnah Rasulullah SAW dan menyempurnakan ibadah shalat mereka.

Selain itu, sejarah panjang bacaan sujud sahwi menunjukkan bahwa amalan ini telah teruji oleh waktu dan terbukti bermanfaat bagi umat Islam. Bacaan sujud sahwi telah membantu banyak umat Islam untuk mengoreksi kesalahan dalam shalat dan menyempurnakan ibadahnya.

Dengan memahami sejarah bacaan sujud sahwi, umat Islam dapat semakin menghargai amalan ini dan mengamalkannya dengan lebih baik. Sejarah bacaan sujud sahwi menjadi bukti otentisitas dan keutamaan amalan ini dalam ibadah shalat.


Pertanyaan Umum tentang Bacaan Sujud Sahwi

Berikut adalah beberapa pertanyaan umum tentang bacaan sujud sahwi beserta jawabannya:

Pertanyaan 1: Mengapa bacaan sujud sahwi penting dalam shalat?

Jawaban: Bacaan sujud sahwi penting dalam shalat karena dapat menghapus kesalahan atau kekurangan yang mungkin terjadi selama shalat, sehingga shalat menjadi lebih sempurna dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.

Pertanyaan 2: Kapan waktu membaca bacaan sujud sahwi?

Jawaban: Bacaan sujud sahwi dibaca saat sujud sahwi, yaitu sujud yang dilakukan setelah selesai shalat untuk mengoreksi kesalahan atau kekurangan dalam shalat.

Pertanyaan 3: Apa bunyi bacaan sujud sahwi?

Jawaban: Bacaan sujud sahwi terdiri dari dua kalimat, yaitu Subhana man laa yanaamu wa laa yas-hu.

Pertanyaan 4: Apakah hukum membaca bacaan sujud sahwi wajib?

Jawaban: Hukum membaca bacaan sujud sahwi adalah sunnah, artinya dianjurkan untuk dibaca tetapi tidak wajib.

Demikian beberapa pertanyaan umum tentang bacaan sujud sahwi. Dengan memahami pertanyaan dan jawaban tersebut, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan pengamalan bacaan sujud sahwi dalam ibadah shalat.

Catatan: Bacaan sujud sahwi diucapkan sebanyak dua kali saat sujud sahwi, dengan suara yang pelan dan jelas, serta diiringi dengan penghayatan makna yang terkandung di dalamnya.


Tips Melaksanakan Bacaan Sujud Sahwi

Bacaan sujud sahwi merupakan amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan setelah selesai shalat untuk mengoreksi kesalahan atau kekurangan yang mungkin terjadi selama shalat. Berikut adalah beberapa tips untuk melaksanakan bacaan sujud sahwi dengan baik dan benar:

Tip 1: Berniat dan Berkonsentrasi
Niatkan dalam hati untuk melakukan sujud sahwi untuk menyempurnakan shalat. Berkonsentrasilah pada bacaan dan makna yang terkandung dalam bacaan sujud sahwi.

Tip 2: Ucapkan dengan Benar dan Jelas
Bacaan sujud sahwi terdiri dari dua kalimat, yaitu Subhana man laa yanaamu wa laa yas-hu. Ucapkan bacaan tersebut dengan benar dan jelas, dengan suara yang pelan.

Tip 3: Lakukan dengan Khusyuk
Lakukan sujud sahwi dengan khusyuk dan penuh penghayatan. Rasakan makna dari bacaan sujud sahwi dan jadikan sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Tip 4: Perhatikan Waktu dan Tata Cara
Bacaan sujud sahwi dilakukan setelah selesai shalat, sebelum mengucapkan salam. Lakukan sujud sahwi sesuai dengan tata cara yang benar, yaitu dengan sujud dua kali dan membaca bacaan sujud sahwi sebanyak dua kali pada setiap sujud.

Dengan mengikuti tips di atas, diharapkan pelaksanaan bacaan sujud sahwi dapat dilakukan dengan baik dan benar, sehingga ibadah shalat menjadi lebih sempurna dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.


Kesimpulan Bacaan Sujud Sahwi

Bacaan sujud sahwi memegang peranan penting dalam menyempurnakan ibadah shalat. Dengan membaca bacaan sujud sahwi, kesalahan atau kekurangan dalam shalat dapat dihapus, sehingga shalat menjadi lebih sempurna dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.

Bacaan sujud sahwi memiliki sejarah yang panjang dan telah diamalkan sejak zaman Rasulullah SAW. Hal ini menunjukkan bahwa bacaan sujud sahwi merupakan bagian integral dari ibadah shalat yang memiliki banyak keutamaan. Dengan memahami pentingnya, sejarah, dan cara melaksanakan bacaan sujud sahwi dengan baik dan benar, diharapkan umat Islam dapat semakin meningkatkan kualitas ibadah shalatnya.

Artikel Terkait

Bagikan:

Artikel Terbaru