ANALISIS DATA KAPASITAS SAMPAH DI TPS SUKABUMI DALAM BANDUNG TERHADAP PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT

Yenita Sandra Sari

Abstract


ABSTRAK

Masyarakat diperkotaan memiliki karakteristik berbeda dengan masyarakat dipedesaan. Kegiatan sehari- hari juga memiliki dampak pada kapasitas limbah sampah. Selain fenomena menurunnya rasa tanggungjawab menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan, ada beberapa warga yang bisa menjadikan permasalahan sampah tersebut sebagai bagian dari usaha menambah ekonomi keluarga. TPS ( Tempat Pembuangan Sementara ) Sukabumi Dalam Bandung adalah salah satu dari sekian banyak TPS dan memiliki andil membantu ekonomi masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keterkaitan antara kapasitas sampah di TPS Sukabumi Dalam dan ekonomi bagi masyarakat yang melaksanakan kegiatan pemilahan sampah. Metode yang digunakan agar diperoleh data yakni dengan obsevasi, wawancara, juga kuesioner. Dengan adanya pendapatan dari pemilahan sampah yang dapat dijual yakni kertas, botol plastik, barang dan juga karet; pemerintah dapat memberikan pelatihan- pelatihan agar barang bekas dapat diolah serta dikreasikan menjadi barang dengan nilai eksotisme tinggi juga nilai ekonomi yang pantas demi kesejahteraan warga.

Kata Kunci : Sampah, Kapasitas, Pemberdayaan Ekonomi

ABSTRACT

Urban communities have different characteristics from rural communities. Daily activities also have an impact on waste waste capacity. In addition to the phenomenon of decreasing sense of responsibility in maintaining the cleanliness and comfort of the environment, there are some residents who can make the garbage problem as part of the effort to increase the family's economy. TPS (Temporary Disposal Site) Sukabumi Dalam Bandung is one of the many polling stations and has contributed to helping the community economy. The purpose of this study was to determine the relationship between the capacity of waste in Sukabumi Dalam TPS and the economy for people who carry out waste sorting activities. The method used to obtain data is by observation, interview, also questionnaire. With the income from sorting waste that can be sold, namely paper, plastic bottles, goods and also rubber; the government can provide training so that used goods can be processed and created into goods with high exotic values as well as economic value that is appropriate for the welfare of citizens.Keyword : Waste, Capacity, Empowerment

Full Text:

PDF

References


Friedmann. 1992. Empowerment: The Politics Of Alternative Development. Cambridge Mass: Blackwell Publish

Hurairah, Abu. 2011. Pengorganisasian Dan Pengembangan Masyarakat (Model Dan Strategis Pembangunan Yang Berbasis Kerakyatan. Bandung, Humaniora.

Mifbakhuddin,Dkk.2010.Gambaran Pengelolaan Sampah Rumahtangga Tinjauan Aspek Pendidikan, Pengetahuan, Dan Pendapatan Perkapita Di Rt 6 Rw 1 Kelurahan Pedurungan Tengah Semarang. Jurnal Unimus, Vol.6 No.1 Tahun 2010.

Moh Ali, dkk. 2005. Pemberdayaan Masyarakat ( Paradigma Aksi ). Metodologi, Yogyakarta, Pustaka Pesantren.

Papilaya, Rudy. 2010. Falsafah Sains ( Pps.702) Ipb, Http://Rudy_Ct.Tripod.Com

Pranarka Dan Vidyandika Moeljarto. 1996. Pemberdayaan: Konsep, Kebijakan Dan Implementasi. Csis, Jakarta

Sulistiyani, Ambar Teguh. 2004. Kemitraan Dan Model- Model Pemberdayaan. Yogyakarta, Gaya Media

Toto dan Nanang. 2015. Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Pustaka Setia.

Undang Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah, Ww.Menlh.Go.Id/Data/0018-2008.Pdf




DOI: https://doi.org/10.31848/ejtl.v1i1.76

Refbacks

  • There are currently no refbacks.