PENGOLAHAN AIR LIMBAH LABORATORIUM MENGGUNAKAN METODE AOPs (ADVANCED OXIDATION PROCESSES) DENGAN PEREAKSI FENTON (H2O2 dan FeSO4) PADA SKALA BATCH

gede cahyana

Abstract


ABSTRAK
Air limbah laboratorium berasal dari aktivitas uji di laboratorium dan bersifat limbah berbahaya dan beracun. Air limbah ini berbeda dengan air limbah berbahaya dan beracun dari industri karena terdiri atas banyak ragam polutan. Komposisinya yang variatif dan berbahaya ini menyebabkan sulit diolah dengan pengolahan biologi. Oleh sebab itu, dicoba pengolahan kimia, yaitu Advanced Oxidation Processes (AOPs) atau Proses Oksidasi Lanjut. Penelitian ini bertujuan mendapatkan dosis optimum pereaksi Fenton (H2O2 dan FeSO4) dalam menurunkan Chemical Oxygen Demand (COD). Diterapkan tiga variasi konsentrasi COD: 10.090,09 mg/L, 5.009,01 mg/L dan 511,71 mg/L dengan variasi rasio pereaksi. Diperoleh dosis optimum pereaksi Fenton 1 : 300 dengan efisiensi penurunan COD sebagai berikut: konsentrasi COD 10.090,09 mg/L = 21,43%, konsentrasi COD 5.009,01 mg/L = 46,76% dan konsentrasi COD 511,71 mg/L = 83,10%. Hasil ini menyatakanbahwa Fenton mampu menurunkan COD limbah cair laboratorium hingga 80% pada konsentrasi yang relatif rendah.
Kata Kunci : air limbah laboratorium, Fenton, COD
ABSTRACT
Laboratory wastewater was derived from analytical activities in the laboratory and grouped to hazardous waste. It was different from hazardous industrial wastewater because of many different pollutants. The composition of its dangerous substances was not easy to be processed by biological process. Therefore, chemical method was tried, namely Advanced Oxidation Processes (AOPs). The optimum dose of Fenton (H2O2 and FeSO4) reagent was the purpose to reduce the concentration of Chemical Oxygen Demand (COD). Variations applied were COD concentrations, which were 10,090,09 mg / L, 5.009,01 mg / L and 511,71 mg / L with varied reagen. The optimum dose of Fenton reagent was obtained 1: 300 with COD reduction efficiency as follows: COD concentration 10,090,09 mg / L = 21,43%, COD concentration 5.009,01 mg / L = 46,76% and concentration of COD 511,71 mg / L = 83,10%. The results suggested that Fenton could to reduce COD concentration up to 80% in relatively low concentrations.
Keywords: laboratory wastewater, Fenton, COD, batch

Full Text:

PDF

References


Agustina, T.E. 2012. “Penggunaan Reagen Fenton dan Adsorpsi Terhadap Penurunan Kadar COD Pada Air Limbah Pencucian Biji Kopi”. Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya.

Eckenfelder, W, Jr. 1989. “Industrial Water Pollution Control, 2nd.Ed. Mc. Graw Hill. Singapore.

Lucas, Marco P G, 2009, Application of Advanced Oxidation Processes to Wastewater Treatment, Ph.D Dissertation, University of Tras-os-Montes and Alto Douro, Portugal.

Munter, R, 2001, Advanced Oxidation Processes – Current Status and Prospects, Proc. Estonian Acad. Sci. Chem. 50, 2, 59-80.

Ramadhan, A. 2012. “Membandingkan Pereaksi Fentondan Kaporit Dalam Menurunkan Chemical Oxygen Demand (COD) Limbah Larutan Penyapu Jenuh”. Fakultas MIPA Universitas Pakuan Bogor.

Sholeh, M., Supraptiningsih, dan Arsitika,W. 2013. “Penurunan COD Air Limbah Industri Penyamakan Kulit Menggunakan Reagen Fenton”. Majalah Kulit, Karet dan Plastik, 29(1):31-36.

Standar Nasional Indonesia 6689.73:2009, air dan air limbah-bagian 73: Cara Uji Kebutuhan Oksigen KImiawi (Chemical Oxygen Demand/COD) dengan refluks tertutup secara titrimetri.

Usada, W, Purwadi, A, 2007, Prinsip Dasar Teknologi Oksidasi Maju, Hibrida Ozon dengan Titania, Ganendra, X, 2.




DOI: https://doi.org/10.31848/ejtl.v1i1.72

Refbacks

  • There are currently no refbacks.