ANALISIS RUANG TERBUKA HIJAU TERHADAP PENYERAPAN EMISI KARBONDIOKSIDA

Purnomosutji Dyah Prinajati

Abstract


Keberadaan ruang terbuka hijau (RTH) di perusahaan diharapkan mampu mereduksi emisi karbondioksida (CO2) sebagai gas rumah kaca yang paling dominan. Emisi CO2 dihitung dari pengadaan dan penggunaan energi yaitu penggunaan solar industri untuk boiler, penggunaan solar dan bensin untuk operasional kendaraan bermotor. Semua sumber emisi adalah sumber-sumber yang dikontrol penuh oleh perusahaan. Daya serap emisi CO2 oleh tanaman dihitung dengan pendekatan tipe tutupan vegetasi yaitu pohon (569,07 ton/ha/tahun), semak belukar (55 ton/ha/tahun) dan rumput (12 ton/ha/tahun). Luas RTH tersedia 21266,932 m2 (53 % dari luas kavling), persyaratan dari pengelola kawasan industri Jababeka minimal 7,5 % dari luas kavling. Total ada 53 jenis individu tanaman yang ada di dalam RTH dengan jenis tutupan yang dominan adalah semak. Jumlah emisi CO2 yang dihasilkan perusahaan 682,338 ton/tahun, daya serap CO2 sebesar 140,920 ton/tahun. Dalam setahun, jumlah CO2 yang belum diserap adalah 531,418 ton. Daya serap CO2 sebesar 20,65 %. Upaya yang dapat untuk meningkatkan penyerapan CO2 tanaman dengan melakukan pemupukan yang efisien, penambahan atau penggantian tanaman yang memiliki daya serap CO2 lebih tinggi dan mengatur pemangkasan tajuk agar tidak terlalu banyak.

 

Kata kunci: Ruang terbuka hijau, emisi CO2, daya serap CO2 tanaman.

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Adiastari E, Boedisantoso R, Wilujeng S.A. 2010. Kajian mengenai kemampuan ruang terbuak hijau RTH) dalam menyerap emisi karbon di kota Surabaya.

Afiuddin A.E, Priastuti U. 2016. Perhitungan Emisi Karbon dan Kecukupan Ruang Terbuka Hijau di Lingkungan Kampus (Studi Kasus: Kampus Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya). Jurnal Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Banurea I, Rahmawaty, Afiffudin Y. 2012. Analisis Kemampuan Ruang Terbuka Hijau dalam Mereduksi Konsentrasi CO2 dari Kontribusi Kendaraan Bermotor di Kampus USU Medan.

Edita E.P, Wardhana I.W, Sutrisno E. 2016. Kemampuan Ruang Terbuka Hijau Dalam Menyerap Emisi CO2 Kendaraan Bermotor Berdasarkan Kemampuan Serapan Co2 Pada Tanaman (Studi Kasus: Kampus Universitas Diponegoro, Tembalang. Jurnal Teknik Lingkungan, Vol 5, No 1 (2016).

Fidayanti N. 2016. Analisis Serapan Karbondioksida Berdasarkan Tutupan Lahan Di Kota Palangka Raya. Jurnal Matematika, Saint, dan Teknologi, Volume 17, Nomor 2, September 2016, 77-85.

IPCC. 2014. Climate Change 2014 : Mitigation of Climate Change. Contribution of Working Group III to the Fifth Assessment Report of the Intergovernmental Panel on Climate Change [Edenhofer, O., R. Pichs-Madruga, Y. Sokona, E. Farahani, S. Kadner, K. Seyboth, A. Adler, I. Baum, S. Brunner, P. Eickemeier, B. Kriemann, J. Savolainen, S. Schlömer, C. von Stechow, T. Zwickel and J.C. Minx (eds.)]. United Kingdom and New York, NY, USA : Cambridge University Press

Kementerian Lingkungan Hidup. 2012. Pedoman Penyelenggaraan Inventarisasi Gas Rumah Kaca Nasional (Buku I - Metodologi Penghitungan Tingkat Emisi GasRumah Kaca Kegiatan Pengadaan Dan Penggunaan Energi).

Kementerian Lingkungan Hidup. 2012. Pedoman Penyelenggaraan Inventarisasi Gas Rumah Kaca Nasional (Buku II – Volume I Metodologi Penghitungan Tingkat Emisi Gas Rumah Kaca Proses Industri Dan Penggunaan Produk (IPPU)

Kementerian Lingkungan Hidup. 2012. Pedoman Penyelenggaraan Inventarisasi Gas Rumah Kaca Nasional (Buku II – Volume II Metodologi Penghitungan Tingkat Emisi Gas Rumah Kaca Proses Industri Dan Penggunaan Produk (IPPU)

Kementerian Lingkungan Hidup. 2012. Pedoman Penyelenggaraan Inventarisasi Gas Rumah Kaca Nasional (Buku II – Volume III Metodologi Penghitungan Tingkat Emisi Gas Rumah Kaca, Pertanian, Kehutanan dan Penggunaan Lahan Lainnya

Kementerian Lingkungan Hidup. 2012. Pedoman Penyelenggaraan Inventarisasi Gas Rumah Kaca Nasional (Buku II – Volume IV Metodologi Penghitungan Tingkat Emisi Gas Rumah Kaca PengelolaanLimbah)Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 tahun 2007 tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan (RTHKP)

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum tahun 2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan

Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara

Pradiptyas D, Assomadi A.F, Boedisantoso R. (2011) Analisis Kecukupan Ruang Terbuka Hijau Sebagai Penyerap Emisi Co2 Di Perkotaan Menggunakan Program Stella (Studi Kasus: Surabaya Utara Dan Timur).

Saraswati.2008. Keberadaan Ruang Terbuka Hijau Dalam Pembangunan Kawasan Industri. Jurnal Teknik Lingkungan Hal. 1-8 (2008) ISSN 1441-318X

Purwaningsih, S. 2007. Kemampuan Serapan Karbondioksida pada Tanaman Hutan Kota di Kebun Raya Bogor [Skripsi]. Bogor [ID] : Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor

Setiawan A, Hermana J. 2015. Analisa Kecukupan Ruang Terbuka Hijau Berdasarkan Penyerapan Emisi CO2 dan Pemenuhan Kebutuhan Oksigen di Kota Probolinggo. Jurnal Teknik Pomits Vol. 2, No. 2, (2013) ISSN: 2337-3539

Suharti S. 2015. Pemanfaatan Tumbuhan Bawah di Zona pemanfaatan Taman Nasional Gunung Merapi Oleh Masyarakat Sekitar Hutan. Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversity Indonesia Volume 1, No 6 hal 1411-1415 ISSN (2407-8050

Suryaningsih L, Haji A.T.S, Wirosoedarmo R. 2015. Defisinsi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Di Kota Mojokerto Dengan Analisis Spasial. Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan

Susanti A. 2016. Analisis Vegetasi Herba Di Kawasan Daerah Aliran Sungai Krueng Jreue Kecamatan Indrapuri Kabupaten Aceh Besar Sebagai Referensi Matakuliah Ekologi Tumbuhan [Skripsi]. Aceh [ID]. Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang.




DOI: https://doi.org/10.31848/ejtl.v2i1.276

Refbacks

  • There are currently no refbacks.