ANALISIS PENGOLAHAN PUPUK KOMPOS SAMPAH RUMAH TANGGA SEBAGAI MEDIA TANAMAN

Purnomosutji Dyah Prinajati

Abstract


ABSTRAK
Jumlah penduduk yang banyak dapat berpotensi menghasilkan sampah dari hasil kegiatan sehari-harinya. Pola hidup dan gaya hidup modern dan instan serta kemajuan teknologi dapat memicu peningkatan jumlah sampah yang dihasilkan. Sampah merupakan salah satu masalah besar yang dihadapi oleh masyarakat., bibit yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih kangkung (Ipomoea Reptans) unggul jawara varietas delima. Kadar pemberian pupuk kompos dalam Perlakuan 0 (0%), Perlakuan 1 (15%), Perlakuan 2 (30%), Perlakuan 3 (45%), Perlakuan 4 (60%). Pada masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Pengambilan data pada tanaman umur 25 hari setelah tanam. Parameter yang diambil dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, dan jumlah daun. Penelitian eksperimen ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil analisa sidik ragam dari data yang diperoleh menunjukkan bahwa ada pengaruh sangat nyata pemberian pupuk kompos terhadap pertumbuhan tinggi dan tidak ada pengaruh nyata terhadap jumlah daun tanaman kangkung (Ipomoea Reptans). Pengaruh pertumbuhan tinggi dan jumlah daun terbaik pada tanaman Kangkung (Ipomoea Reptans) adalah pemberian perlakuan kompos sebanyak 45% yaitu pada perlakuan 3.
Kata Kunci: Pengaruh, Pupuk Kompos, Tanaman Kangkung (Ipomoea Reptans).
ABSTRACT
A large population can potentially generate waste from the results of daily activities. Modern and instant lifestyle and lifestyle and technological advances can trigger an increase in the amount of waste produced. Garbage is one of the major problems faced by the community. The seeds used in this study are kale seeds (Ipomoea Reptans) superior to pomegranate varieties. The level of compost fertilizer in the treatment was 0 (0%), the treatment was 1 (15%), the treatment was 2 (30%), the treatment was 3 (45%), the treatment was 4 (60%). Each treatment was repeated 3 times. Data collection on plants aged 25 days after planting. The parameters taken in this study are plant height, and number of leaves. This experimental study uses a Completely Randomized Design (CRD) method. The results of the analysis of variance from the data obtained showed that there was a very significant effect of composting on high growth and there was no significant effect on the number of leaves of kale (Ipomoea Reptans). The effect of high growth and the best number of leaves on Kangkung (Ipomoea Reptans) plants is 45% compost treatment that is in treatment 3.
Keywords: Effect, Compost Fertilizer, Kale Plant (Ipomoea Reptans).

Full Text:

PDF

References


Gaur, A.C. 1980a. Rapid composting. In Compost Technology. Project Field Document No. 13. Food and Agriculture Organization of United Nations.

Hakim, dkk. 1986. Dasar-dasar Imu Tanah. Lampung. Penerbit Universitas Lampung.

Harjosuwono, B.A., Arnata, I.W. & Puspawati. (2011). Rancangan Percobaan Teori Aplikasi SPSS dan Excel. Malang. Lintas Kata Publishing

Kurnia, U.D. Setyorini, T. Prihatini, S. Rochayati, Sutono dan H. Suganda. 2001. Perkembangan dan Penggunaan Pupuk Organik di Indonesia. Jakarta.

Lexander, K.,R. Carlsson, V. Schalen, A. Simansson and T. Lundborst. 1970. Quantities and qualities of leaf protein concentrates from wild species grown under controlled conditions. Ann. Appl. Biol.66: 193-216.

Mathur, R.S. 1980. Use of Indigenous Materials for Accelerating Compost In.Compost Technology.FAO Project Field Document No. 13.

Mattjik, A.A & Sumertajaya, I.M. 2000. Perancangan Percobaan dengan Aplikasi SAS dan Minitab Jilid I. Bogor. IPB Press.

Musnamar, E.I. 2006. Pupuk Organik: cair & padat, pembuatan, aplikasi. Jakarta. Penebar Swadaya. Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 28/PERMENTAN/ SR.130/5/2009. Tentang Pupuk Organik, Pupuk Hayati, dan Pembenah Tanah

Purwendro, D. dan Nurhidayat, T. 2007. Pembuatan Pupuk Cair. Jakarta. PT.Gramedia Pustaka Utama.

Riris, N.L. Winarsih dan Yuni, S.R. 2012. Pemanfaatan Sampah Organik sebagai Bahan Pupuk Cair untuk Pertumbuhan Tanaman Bayam Merah (Alternanthera amoena Voss). Surabaya.

Saparinto, C. 2013. Grow Your Own Vegetables-Panduan Praktis Menanam 14 Sayuran Konsumsi Populer di Pekarangan. Yogyakarta. Penebar Swadaya.

Sumekto, R.M.P. 2006. Pupuk Daun. Yogyakarta. Intan Sejati.

Sutanto, R. 2002. Pertanian Organik: Menuju Pertanian Alternatif dan Berkelanjutan. Yogyakarta. Penerbit Kanisius.

Triana, K.S. 2006. Pengaruh Pemberian Pupuk Kompos Terhadap Pertumbuhan Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill). Banyuwangi.

Yayat, R. 2008. Studi Daya Dukung Biofisik Kawasan Rekreasi Kebun Raya Bogor. Bogor

Yuwono, D. 2005. Kompos: Seri Agritekno. Jakarta. Penebar Swadaya.




DOI: https://doi.org/10.31848/ejtl.v1i2.147

DOI (PDF): https://doi.org/10.31848/ejtl.v1i2.147.g110

Refbacks

  • There are currently no refbacks.