DILEMA PENGELOLAAN LINGKUNGAN PADA SENTRA INDUSTRI TAHU CIBUNTU, KELURAHAN BABAKAN, KECAMATAN BABAKAN CIPARAY, KOTA BANDUNG (The Dilemmas of Environmental ManagementIn Cibuntu Tofu Industry Centre, Babakan Village,Babakan Ciparay District, Bandung City)

Raden Ayu Mutiara

Abstract


ABSTRAK
Keberadaan Sentra Industri Tahu Cibuntu (SITC) telah memberikan berbagai dampak baik secara ekonomi, lingkungan maupun sosial. Dampak ekonomi yang paling signifikan adalah penyerapan tenaga kerja yang cukup besar pada industri tahu. Namun, industri tahu juga telah memberikan dampak terhadap lingkungan, yaitu pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh pengelolaan limbah yang tidak tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengelolaan lingkungan, yaitu faktor penghambat dan pendorongnya. Metode yang digunakan adalah metode gabungan kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan kualitatif dengan menggunakan pedoman wawancara dan observasi lapangan untuk memperoleh informasi tentang faktor-faktor yang mempengaruhinya. Pendekatan kuantitatif dengan menggunakan kuesioner untuk mengetahui pandangan masyarakat terhadap keberadaan SITC, pengelolaan masalah sosial dan peran serta masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengelolaan lingkungan di SITC tidak dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku. Dilema pengelolaan lingkungan yang terjadi di SITC adalah: dilema etik, dilema efisiensi, dilema kesetaraan, dilema kebebasan, dilema ketidakpastian dan dilema evaluasi.
Kata Kunci: Dilema, Pengelolaan Lingkungan, Sentra Industri Tahu Cibuntu
ABSTRACT
The existence of Cibuntu Tofu Industry Centre has contributed several positive impacts, such as economic, environmental and social impact. The most significant economic impact is the absorption of workforce into the Cibuntu tofu industries. However, the tofu production has its own negative impact to the environment, especially to the environmental contamination by improper waste management. This research is aimed to Determined the inhibiting and the impetus factors that influence the environmental management in the area. This research used combination of qualitative and quantitative research methods. Interview and field observation was used as the technique for the qualitative method; the aim of this technique was to obtain information concerning the factors that influence the environmental problems in the area. Subsequently, this research was also used a quantitative method in the form of questionnaires. This was used to determine the societies’ assessment towards the presence of Cibuntu Tofu Industry Centre, social issues management and the people contribution on environmental management. This research confirms that the environmental management at the Cibuntu Tofu Industry Centre was not done based on the existing regulations. The environmental management dilemmas in Cibuntu Tofu Industry Centre are: Ethical Dilemma, Efficiency Dilemma, Equality, Dilemma, Freedom Dilemma, Uncertainty Dilemma and the Evaluation Dilemma.
Keywords: Dilemma, Environmental Management, Cibuntu Tofu Industry Centre


Full Text:

PDF

References


Anonim. 2012. Laporan Status Mutu Sungai di Kota Bandung Tahun 2012.

Anonim. 2011. Laporan Final Penyusunan Feasibility Studi Sentra Industri Tahu Cibuntu, Studi di Kecamatan Babakan Ciparay dan Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung. Bandung: Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya.

Anonim. 2005. Peraturan Daerah Kota Bandung No.03 Tahun 2005 tentang Kebersihan, Keindahan dan Ketertiban.

Barrow, C.J. 2006. Environmental Management for Sustainable Development. London: Routledge Taylor &Francis Group.

Bennett, G. (1992). Dilemmas: Coping With Environmental Problems. Earthscan, London. Barrow, C.J. 2006. Environmental Management for Sustainable Development Second Edition. London: Routledge Taylor &Francis Group.

Creswell. John W. 2010. Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan Mixed. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Damayanti, Alia, Joni Hermana dan Ali Masduqi. 2004. Analisis Resiko Lingkungan dari Pengolahan Limbah Pabrik Tahu dengan Kayu Apu (Pistia Stratiotes L.). Jurusan Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan-Institut Teknologi Surabaya. Surabaya: Jurnal Purifikasi, Vol.5, No.4, Oktober 2004: 151-156.

Johan, Yar. 2012. Paradoks Prinsip Pencemar Membayar (Polluter Must Pay Principle) dan Kerusakan Lingkungan Hidup Global. Modul: Sekolah Pascasarjana S3 - Sumberdaya Pesisir dan Lautan- Institut Pertanian Bogor (SPL-IPB), Bogor.

Kaswinarni, F. 2007. Kajian Teknis Limbah Padat dan Cair Industri Tahu, Studi Kasus Industri Tahu Tandang, Semarang, Sederhana Kendal dan Gagak Sipat, Boyolali. Tesis, Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Program Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Semarang.

Linddal, M. 2011. Prinsip Pencemar Membayar dengan Aplikasi yang Mungkin bagi Indonesia. Kementerian Lingkungan Hidup dan Program Dukungan Lingkungan Hidup (Danida, ESP2) Komponen1, Jakarta.

Nugraha, A.H., Danu Adrian dan Ferdi Gustian Utama. 2011. Pemanfaatan Limbah Cair Industri Pembuatan Tahu di Kawasan Industri Pembuatan Tahu Cibuntu, Kota Bandung sebagai Sumber Nutrien bagi Pertumbuhan Biomassa Mikroalga Penghasil Biofuel. Laporan Penelitian, IPB Bogor.

Said, N.I. dan Heru Dwi Wahyono. 1999. Teknologi Pengolahan Air Limbah Tahu-Tempe dengan Proses Biofilter Anaerob dan Aerob. Jakarta : Kelompok Teknologi Pengelolaan Air Bersih dan Limbah Cair, Direktorat Teknologi Lingkungan, Deputi Bidang Teknologi Informasi, Energi, Material dan Lingkungan, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.

Sani, E. 2006. Pengolahan Air Limbah Tahu Menggunakan Reaktor Anaerob Bersekat dan Aerob. Tesis Program Magister Ilmu Lingkungan, Program Pascasarjana, Universitas Diponegoro Semarang.

Suradji. 2006. Faktor-faktor yang Berpengaruh terhadap Keputusan Inovasi Pengrajin dalam Proses Adopsi Instalasi Pengolah Air Limbah Biogas Industri Tahu Boyolali. Thesis, Program Studi Magister Ilmu Lingkungan. Program Pascasarjana, Universitas Padjadjaran. Bandung.

Widyasari. 2008. Peran Serta Masyarakat dalam Pengelolaan Limbah Tahu di Kelurahan Jomblang, Kota Semarang. Tesis, Program Pascasarjana, Magister Teknik Pembangunan Wilayah dan Kota, Universitas Diponegoro, Semarang.

Wulandari. 2007. Analisis Biaya Manfaat Pengelolaan Sentra Industri Kecil Tahu Jomblang, Kota Semarang. Tugas Akhir, Jurusan Perencanaan Wilayah dan Tata Kota, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Semarang.




DOI: https://doi.org/10.31848/ejtl.v1i2.143

Refbacks

  • There are currently no refbacks.