EFEKTIFITAS PENAMBAHAN SUBSTRAT PADA PENGOLAHAN BIOLOGIS LIMBAH CAIR TAHU MENGGUNAKAN SISTEM CSTR

Afifah Silmi Anshah, I Wayan Koko Suryawan

Abstract


ABSTRAK
Air limbah industri tahu banyak mengandung zat-zat organik, dimana zat-zat organik merupakan limbah yang paling besar mencemari lingkungan. Pengolahan limbah organik dengan proses biologis lebih ekonomis dan efektif. Penanganan limbah organik secara biologis dengan memanfaatkan mikroorganisme merupakan metode yang relatif lebih aman dibandingkan dengan metode kimia dan fisika. Setiap mikroorganisme dalam menjaga kelangsungan hidupnya selalu melakukan metabolisme, sehingga perlu tambahan bahan-bahan organik seperti substrat. Penelitian dilakukan untuk mengetahui efektifitas penambahan substrat pada pengolahan biologis limbah cair tahu menggunakan sistem CSTR. Konsentrasi COD yang digunakan pada proses aklimatisasi dan running sebesar 1000 mg/L. Proses aklimatisasi dan running digunakan variasi perbandingan limbah tahu : glukosa sebesar 25% : 75 % dan 75% : 25%. Proses aklimatisasi dan running diberhentikan saat efisiensi penyisihan COD telah stabil. Proses aerob pada pengolahan biologis mampu menyisihkan kadar COD limbah tahu hingga 84,62% sehingga menghasilkan effluent dengan nilai COD sebesar 160 mg/L.
Kata Kunci: Pengolahan Biologis, Substrat, Limbah Cair Tahu
ABSTRACT
Tofu industrial wastewater contains a lot of organic substances, organic substances are the biggest waste polluting the environment. Processing of organic waste with biological processes is more economical and effective. Handling biologically organic waste by utilizing microorganisms is a method that is relatively safer compared to chemical and physical methods. Every microorganism in maintaining its survival always carries out metabolism, so it needs additional organic ingredients such as substrate. The study was conducted to determine the effectiveness of substrate addition in the biological treatment of tofu liquid waste using the CSTR system. The COD concentration used in the acclimatization and running process is 1000 mg / L. The process of acclimatization and running used a variation of the ratio of tofu waste: glucose by 25%: 75% and 75%: 25%. The acclimatization and running processes are stopped when the COD removal efficiency is stable. The aerobic process in biological processing was able to set aside COD levels of tofu waste up to 84.62% to produce an effluent with a COD value of 160 mg / L.
Keyword: Biological Processing, Substrate, Tofu Liquid Waste

Full Text:

PDF

References


Azizah, D. (2017). Kajian Kualitas Lingkungan Perairan Teluk Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau. 1st National Seminar of Marine and Fisheries (pp. 6(1), 47-53). Tanjung Pinang: Raja Ali Haji Maritime University.

Bitton, G. (2005). Waste Water Microbiology Third Edition. New Jersey: John Wiley & Sons.

Chotimah, S. N. (2010). Pembuatan Biogas dari Limbah Makanan dengan Variasi dan Suhu Substrat dalam Biodigester Anaerob. Surakarta: Universitas Negeri Sebelas Maret.

Djenar, N. S., & Soeswanto, B. (2005). Penyerapan Polutan Logam Besi (Fe) Dengan Memanfaatkan Tanaman Eceng Gondok. Jurnal Fluida, 4(1), 35-40.

Effendi, H. (2003). Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan Perairan. Yogyakarta: Kanisius.

Gerardi, M. H. (2002). Nitrification and Denitrification in the Activated Sludge Process. New York: John Wiley & Sons.

Iswanto, B., Astono, W., & Sunaryati. (2007). Pengaruh Penguraian Sampah Terhadap Kualitas Air Ditinjau dari Perubahan Senyawa Organik Dan Nitrogen Dalam Reaktor Kontinyu Skala Laboratorium. Jurnal Teknologi Lingkungan, Vol. 4; No. 1; Hal. 24-29.

Mardisiwayo, P. (1993). Petunjuk Pencegahan dan Penanggulangan Pencemaran Limbah Padat dan Cair Industri. Jakarta: Departemen Perindustrian.

Metcalf, & Eddy. (1991). Wastewater Engineering, Treatment, Disposal, Reuse. New York: McGraw-Hill.

Paramita, P., Shovitri, M., & Kuswytasari, N. D. (2012). Biodegradasi Limbah Organik Pasar dengan Menggunakan Mikroorganisme Alami Tangki Septik. Jurnal Sains dan Seni ITS, Vol. 1 No. 1.

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 tentang Baku Mutu Air Limbah. 2014. Jakarta: Kemenlh

Pohan, N. (2008). Pengolahan Limbah Cair Industri Tahu Dengan Proses Biofilter Aerobik. Medan: Universitas Sumatera utara.

Pradana, T. D., Suharno, S., & Apriansyah, A. (2018). Pengolahan Limbah Cair Tahu untuk Menurunkan Kadar TSS dan BOD. Jurnal Vokasi Kesehatan, Vol. 4, No. 2.

Rizka, A. (2001). Proses pembibitan dan aklimatisasi dalam reaktor pemroses biologis pada aliran dengan sistem batch (EM4 19,23 ML/L) dan sistem resirkulasi (EM4 4,5 ML/L). Jakarta: Fakultas Teknik Universitas Indonesia.

Rubi, Agarwal, V., Deo, A., & Kumar, N. (2015). Temperature control of CSTR using PID Controller. International Journal Of Engineering And Computer Science, Vol. 4; No. 5; Hal; 11902-11905.

Sani, E. Y. (2006). Pengolahan Air Limbah Tahu Menggunakan Reaktor Anaerob Bersekat dan Aerob. Semarang: Universitas Diponegoro.

Sudaryati, N. L., Kasa, I. W., & Suyasa, I. W. (2011). Pemanfaatan Sedimen Perairan Tercemar Sebagai Bahan Lumpur Aktif dalam Pengolahan Limbah Cair Industri Tahu. ECOTROPHIC, Vol. 3; No. 1; Hal. 21-29.

Suryawan, I., Helmy, Q., & Notodarmojo, S. (2018). Textile Wastewater Treatment: Colour and COD Removal of Reactive Black-5 by Ozonation. IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science (pp. 1-6). Britania Raya: IOP Publishing Ltd.

Syafila, M., Setiadi, T., Mulyadi, A. H., & Esmiralda. (2007). Kajian Biodegradasi Limbah Cair Industri Biodiesel pada Kondisi Anaerob dan Aerob. PROC. ITB Sains & Tek. (pp. Vol. 39 A; No. 1&2; Hal. 165-178). Bandung: Institut Teknologi Bandung.

Wirda, F. R., & Handajani, M. (2011). Degradation of Organik Compound in Liquid Phase Biowaste With Additional Water Variation at Ratio 1:2 in Batch Reaktor. Bandung: Institut Teknologi Bandung.




DOI: https://doi.org/10.31848/ejtl.v1i2.141

Refbacks

  • There are currently no refbacks.