KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI ANTARA ANAK TUNAGRAHITA DAN ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI CINTA ASIH SOREANG

Nadiya Wahida Gustari, Hasim Hasim

Abstract


Abstract: This study departs from the curiosity of the author relating to the interaction of two people who have physical or mental deficiencies in this case namely deaf children and mentally retarded children. The purpose of this study are: 1. To find out how social interactions between mentally retarded and deaf children 2. To find out how social interactions between mentally retarded children and deaf children with their classroom teachers. 3. To find out what efforts are made by classroom teachers to increase social interaction with mentally retarded and deaf children. In general, this study aims to analyze or examine the causes of the lack of interaction of deaf students with mentally retarded students at SLBN Cinta Asih Soreang. Supporting factors Interpersonal communication between mentally retarded children and deaf children is a state of the environment and daily needs. They can communicate through symbols and oral or movements in the mouth as well as self-taught gestures. Although mentally retarded children have an IQ below the average, they can use sign language to communicate with deaf children. Besides they were taught by their class teachers to sign language they also learned to adjust their circumstances and needs so that they could use self-taught sign language or mutually agreed upon but incompatible languages in a large dictionary of sign language. As what Herbert Blumer said, the 3 main principles in the theory of symbolic interaction are meaning, which means the meanings are formed and modified through interpretative processes carried out by humans. Then language or related to language, Mead stated that in social life and communication between humans it is only possible to occur if we understand and use a common language. And finally, the basic thought of thinking is language, namely a mental process of converting meaning, names, and symbol.

Keywords: Interpersonal Communication, Deafness and Deafness, SLB

Abstrak: Penelitian ini berangkat dari keingintahuan penulis berkaitan dengan interaksi dua orang yang mempunyai kekurangan secara fisik maupun secara mental dalam hal ini yaitu anak tunarungu dan anak tunagrahita. Tujuan penelitian ini adalah:1.Untuk mengetahui bagaiamana interaksi sosial antara anak tunagrahita dan tunarungu 2. Untuk mengetahui Bagaimana Interaksi sosial antara anak tunagrahita dengan anak tunarungu dengan guru kelasnya. 3. Untuk mengetahui Apa Upaya yang dilakukan Guru kelas untuk meningkatkan interaksi sosial dengan anak tunagrahita dan tunarungu. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk menganalisis atau meneliti  penyebab kurangnya interaksi siswa tunarungu dengan siswa tunagrahita di SLBN Cinta Asih Soreang. Faktor pendukung Komunikasi antar pribadi antara anak tunagrahita dengan anak tunarungu adalah keadaan lingkungan dan kebutuhan sehari – hari. Mereka dapat berkomunikasi melalui simbol – simbol dan oral atau gerakan pada mulut  juga gerak tubuh secara otodidak. Meskipun anak tunagrahita memiliki IQ dibawah rata – rata namun mereka bisa menggunakan bahasa isyarat untuk berkomunikasi dengan anak tunarungu. Selain mereka diajarkan oleh guru kelasnya untuk berbahasa isyarat mereka juga belajar menyesuaikan keadaan dan kebutuhannya sehigga mereka bisa menggunakan bahasa isyarat secara otodidak atau bahasa yang disepakati bersama namun tidak sesuai dalam kamus besar bahasa isyarat. Seperti apa yang diucapkan Herbert blumer bahwa 3 prinsip utama dalam teori interaksi simbolik adalah meaning yang artinya Makna dibentuk dan dimodifikasi melalui proses interpretatif yang dilakukan oleh manusia. Kemudian language atau Terkait dengan bahasa, Mead menyatakan bahwa dalam kehidupan sosial dan komunikasi antar manusia hanya mungkin dapat terjadi jika kita memahami dan menggunakan sebuah bahasa yang sama.dan terakhir yaitu thought dasar dari pemikiran adalah bahasa yaitu suatu proses mental mengkonversi makna, nama, dan simbol.

Kata Kunci: Komunikasi  Antarpribadi, Tunagrahita dan Tunarungu, SLB


Full Text:

PDF

References


Abdulsyani. (2007). Sosiologi Skematika, Teori, dan Terapan. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Abu Ahmadi. (2002). Psikologi Sosial. Jakarta: PT Rineka Cipta.

. (2004). Sosiologi Pendidikan. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Atkinson, Rita L. et al. Pengantar Psikologi Jilid 1 Edisi Kesebelas. (Alih bahasa: Widjaja Kusuma). Batam: Interaksara.

Edja Sadjaah. (2005). Pendidikan Bahasa Bagi Anak Gangguan Pendengaran dalam Keluarga. Jakarta: Depdiknas.

Edja Sadjaah dan Dardjo Sukarja. (1995). Bina Bicara, Persepsi Bunyi dan Irama.

Bandung: Depdikbud.

Gerungan. (2004). Psikologi Sosial. Bandung: PT Refika Aditama.

Hurlock, Elizabeth B. (1978). Perkembangan Anak Jilid 1 Edisi Keenam. (Alih bahasa: Meitasari Tjandrasa dan Muslichah Zarkasih). Jakarta: Penerbit Erlangga.

Joppy Liando dan Aldjo Dapa. (2007). Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus dalam Perspektif Sistem Sosial. Jakarta: Depdiknas.

M. Burhan Bungin. (2006). Sosiologi Komunikasi: Teori, Paradigma, dan Diskursus Teknologi Komunikasi di Masyarakat. Jakarta: Kencana.

Mardiati Busono. (1988). Diagnosis dalam Pendidikan. Jakarta: Dep (1983). Pendidikan Anak Tuna Rungu. Yogyakarta: IKIP Yogyakarta. Moloeng, Lexy J. (2005). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Mufti Salim dan Soemargo Soemarsono. (1984). Pendidikan Anak Grahita dan anak Tunarungu. Jakarta: Depdikbud.

Murni Winarsih. (2007). Intervensi Dini Bagi Anak Tunarungu dalam Pemerolehan Bahasa. Jakarta: Depdiknas.

Rochman Natawidjaja dan Zainal Alimin. (1995). Penelitian bagi Guru Pendidikan Luar Biasa. Jakarta: Depdikbud.

Sardjono. (2005). Terapi Wicara. Jakarta: Depdiknas.

Soerjono Soekanto. (2006). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Sugiyono. (2009). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sunardi dan Sunaryo. (2007). Intervensi Dini Anak Berkebutuhan Khusus. Jakarta: Depdiknas.

Sutjihati Somantri. (2012). Psikologi Anak Luar Biasa. Bandung: PT Refika Aditama.




DOI: https://doi.org/10.31848/ensains.v2i3.286

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. View My Stats