EFEKTIVITAS PENCAHAYAAN ALAMI PADA RUMAH TINGGAL 2 TINGKAT (STUDI KASUS: PERUMAHAN AVANI ECOPARK SEMARANG TIPE 70)

Astrihasna Shafa, Suzanna Ratih Sari

Abstract


Abstract: The intensity of natural light needs to consider when designing a building, especially a residential house. This study is about the effectiveness of the natural lighting system as a correction of type 70 two-story residential building in Semarang to obtain optimal natural lighting. This research uses quantitative methods. Data were obtained from direct light intensity measurements in the morning, afternoon, and evening using lux meter for one day. The analysis also uses data generated from computer simulations to determine differences in lighting intensity conditions with two window openings as reference. The final result is comparing the measurement analysis result with the recommended standards. Observations show that horizontal window enter more light than vertical window openings. In addition, the month in calendar influences the percentage of light intensity that enters the house.

Abstrak: Intensitas cahaya alami sangat perlu untuk diperhatikan ketika merancang sebuah bangunan, khususnya rumah tinggal. Pengkajian efektivitas sistem pencahayaan alami dalam penelitian ini sebagai koreksi bangunan rumah tinggal dua tingkat tipe 70 di Semarang untuk mendapatkan pencahayaan alami yang optimal. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif. Data diperoleh dari hasil pengukuran intensitas cahaya secara langsung pada pagi, siang, dan sore hari selama satu hari menggunakan lux meter. Analisis juga menggunakan data yang diperoleh dari simulasi komputer yang digunakan untuk mengetahui perbedaan kondisi intensitas pencahayaan dengan dua referensi luas bukaan jendela. Hasil akhir penelitian adalah melakukan perbandingan antara hasil data pengukuran dengan standar yang direkomendasikan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa luas bukaan jendela horizontal lebih banyak memasukkan cahaya dibandingkan bukaan vertikal. Selain itu, bulan dalam kalender memiliki pengaruh terhadap persentase intensitas cahaya yang masuk ke dalam rumah.

 


Keywords


Pencahayaan Alami, Rumah Tinggal, Optimasi, Hemat Energi

Full Text:

PDF

References


Ander, Greg D. (2003). Daylighting Performance and Design, Second Edition. USA: John Wiley & Sons, Inc.

Asharhani, Imaniar Sofia. (2014). Efektivitas Pencahayaan Alami pada Bangunan 2 Tingkat dan Kaitannya dengan Kebutuhan Penghuni. ITB: Bandung.

Atthaillah, Bachtiar Amril & Badriana. (2019). Optimalisasi Pencahayaan Alami dengan Usefuldaylight Illuminance pada Desain Rumah Toko (RUKO) Di Kota Lhokseumawe. Nature Jurnal: Vol 6 No 1.

Fong, Wee-Kean, et al. (2007). Influences of Indirect Lifestyle Aspect and Climate on Household Energy Consumption. JAABE: Vol 6 No 2.

Green Building Council Indonesia. (2013). Greenship untuk Bangunan Baru Versi 1.2. Divisi Rating dan Teknologi.

Indrani, H. C. (2005). Kinerja Penerangan Alami pada Hunian Rumah Susun Dupak Bangunrejo Surabaya. Tesis: Jurusan Arsitektur ITS.

Kroelinger, M. D. (2005). Daylight in Buildings. Implications by IndormeDesign: Vol 3 Issue 3

Lechner, Norberg. (2007). Heating, Cooling, Lighting: Design Methods for Architect. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.

Nabil, A & J. Mardaljevic. (2005). Useful Daylight Illuminance: A New Paradigm for Assesing Daylight in Buildings. Sage Journals: Vol 37 Issue 1.

SNI 03-6197-2000. Konservasi Energi Pada Sistem Pencahayaan. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional

Wirawan & Mulianingsih, R. (2007). Bukaan yang Efektif untuk Pencahayaan Alami pada Rumah Tinggal di daerah Tropis Lemabab. Tesis: Jurusan Arsitektur ITS.




DOI: https://doi.org/10.31848/arcade.v6i2.999

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats

PUBLISHER ADDRESS:
Department of Architecture, Universitas Kebangsaan,  Jl. Terusan Halimun No.37, Lkr. Sel., Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat 40263. E-mail address: jurnalarsitekturarcade@gmail.com

Free counters!