IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK BIOFISIK DAS CILIWUNG TENGAH

Rini - Fitri, Nur Intan Simangunsong, Nuraida Nuraida

Abstract


Abstract: Watersheds (DAS) in Indonesia are experiencing degradation due to population growth that changes land functions for economic. The purpose of this research is to identify the biophysical characteristics of the watershed as the basis for planning the management of the Central Ciliwung watershed. The method used is a field survey; this research was carried out in three stages, namely (a) primary and secondary data collection, (b) identification and analysis of biophysical characteristics in the Central Ciliwung watershed including soil physical conditions, slope and land use, (c) results of analysis of biophysical characteristics of the Central Ciliwung watershed. It is displayed spatially. The results show that the area of the Central Ciliwung watershed is 15,706.73 Ha, dominated by flat topography of 9576.86 Ha or 60.97% of the total watershed area. Land use for settlements is the most extensive, namely 12891.53 ha with a percentage of 82.06% of the total area of the watershed. Soil type in general is latosol association covering an area of 13151.36 Ha with a percentage of 83.74% of the total watershed area.

Abstrak: Daerah Aliran Sungai (DAS) di Indonesia mengalami degradasi akibat dari pertambahan penduduk yang merubah fungsi lahan untuk kepentingan ekonomi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik biofisik DAS sebagai dasar perencanaan pengelolaan DAS Ciliwung Tengah. Metode yang digunakan adalah survei lapang; penelitian ini dilaksanakan melalui tiga tahap yaitu (a) pengumpulan data primer dan data sekunder, (b) identifikasi dan analisis karakteristik biofisik di DAS Ciliwung Tengah meliputi keadaan fisik tanah, kemiringan lereng dan penggunaan lahan, (c) hasil analisis karakteristik biofisik DAS Ciliwung Tengah ini ditampilkan secara spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas DAS Ciliwung Tengah sebesar 15,706,73 Ha, didominasi oleh jenis topografi datar seluas 9576,86 Ha atau 60,97 % dari total luas DAS. Penggunaan lahan untuk Pemukiman merupakan paling luas yaitu 12891.53 Ha dengan persentase 82,06 % dari total luas keseluruhan DAS. Jenis tanah pada umumnya adalah asosiasi latosol seluas 13151.36 Ha dengan persentase 83.74 % dari total luas DAS.


Keywords


penggunaan lahan, topografi, jenis tanah, das ciliwung tengah

Full Text:

PDF

References


Asdak C. 1995. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Yogyakarta. Gadjah Mada University Press.

Arthington, A.H., Naiman, R.J., Mcclain, M.E., Nilsson, C., 2010. Preserving the biodiversity and ecological services of rivers: new challenges and research opportunities. Freshw. Biol. 55 (1), 1–16.

Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung Citarum Ciliwung. (2019). Penyusunan Klasifikasi DAS.

Ekawaty, R., Yonariza, Ekaputra, E.G., Arbain, A. (2018). Telaahan Daya Dukung Dan Daya Tampung Lingkungan Dalam Pengelolaan Kawasan Daerah Aliran Sungai Di Indonesia. Journal of Applied Agricultural Science and Technology 2(2): 30-40.

Fitri, R. (2018). Prediksi Erosi Pada Lahan Petani Agroforestri Di Das Ciliwung Hulu, Provinsi Jawa Barat. Jurnal Agrosains dan Teknologi. 3(1):13-18.

Fitri, R., Hartoyo, A.P. P., Mangunsong, N.I., & Satriawan, H. (2020). Pengaruh Agroforestri Terhadap Kualitas Daerah Aliran Sungai Ciliwung Hulu, Jawa Barat. Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. 4(2):173-186. doi https://doi.org/10.20886/jppdas.2020.4.2.173-186.

Hidayat MY. 2017. Pengaruh tekanan penduduk terhadap lahan pertanian di sub daerah aliran sungai yang dipulihkan (studi kasus pada sub daerah aliran Sungai Ciminyak). Ecolab 11(1):1-13.

Liyanage CP and Yamada K. 2017. Impact of population growth on the water quality of natural water bodies. Sustainability 9(8):1-14.

Paimin, Sukresno, Purwanto. 2006. Sidik Cepat Degradasi Sub-DAS. Bogor (ID): Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Departemen Kehutanan.

Sean J. Zeiger, S. J., Hubbart, J. A. (2019). Quantifying relationships between watershed characteristics and hydroecological indices of Missouri streams. Science of the Total Environment. 654, 1305–1315. https://doi.org/10.1016/j.scitotenv.2018.11.205

Schmidt, F.H and H.A. Ferguson. 1951. Rainfall types based on wet and dry period ratios for Indonesia with Western New Guinea. Kementerian DMG-Perhubungan, Jakarta.

Susanti, D. R., Tjahjono, B., Hidayat, Y. (2018). Analisis Bahaya Kerusakan Fungsi Das Cimanuk Hulu Berdbasis Daya Dukung. Jurnal Geodika. 2 (2): 53-64.

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang sumber daya air.

Pasaribu, H.S. 1999. Daerah Aliran Sungai sebagai Satuan Perencanaan Terpadu dalam Kaitannya dengan Pengembangan Wilayah dan Pengembangan Sektoral Berbasiskan Konservasi Tanah dan Air. Seminar Sehari”DAS sebagai Satuan Perencanaan Terpadu dalam Pengelolaan Sumberdaya Air”.21 Desember 1999. Jakarta.

Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat. 2000. Atlas Sumberdaya Tanah Eksplorasi Indonesia, skala 1: 1.000.000. Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat, Badan Litbang Pertanian.

Prasetyo, K., Prayoga, H., Azhar, A. R., Permadi, T., Pratiwi, D. (2020). Kerentanan DAS Kali Bekasi ditinjau dari aspek sosialekonomi-kelembagaan. Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan. 4(3):576-591.

Redjekiningrum P. (1998). Analisis Curah Hujan untuk Mengantisipasi Risiko Kegagalan Pertanian di Pantura Jawa Tengah. Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian.

Tjasyono B. (2004). Klimatologi. Bandung (ID): ITB Press.




DOI: https://doi.org/10.31848/arcade.v6i1.881

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats

PUBLISHER ADDRESS:
Department of Architecture, Universitas Kebangsaan,  Jl. Terusan Halimun No.37, Lkr. Sel., Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat 40263. E-mail address: jurnalarsitekturarcade@gmail.com

Free counters!