MAKNA SPIRITUAL “KLIWONAN” PADA MAKAM SUNAN KALIJAGA KADILANGU- DEMAK

Marwoto Marwoto

Abstract


Abstract: The tomb of Sunan Kalijaga has a sacred nature for the pilgrims. The existence of the background story, legend and even myth makes the tomb brought many pilgrims from various quarters because the belief will be able to bring blessing to the life of the community. The strength of the grave artifact of a religious figure (Wali) indicates to certain people who still believe in a supernatural relationship, thus assigning value to the sacred place. The position of the tomb has an important meaning is to give impact on the pilgrims of life activities. Every Friday Kliwon the tomb of Sunan Kalijaga has significance in the eyes of the pilgrims. The research method is descriptive based on observations and interviews of pilgrim respondents. The results of research on the tomb of Sunan Kalijaga explain about the relation of transcendental ritual between the pilgrims with the object of the tomb.

 

Keyword: Religious Pilgrimage, Spiritual, Tomb of Saints, Friday of Kliwon

 

Abstrak: Makam Sunan Kalijaga memiliki sifat sakral bagi para peziarah. Adanya latar cerita sejarah, legenda bahkan mitos menjadikan makam tersebut banyak mendatangkan para peziarah dari berbagai kalangan karena keyakinan akan dapat membawa keberkahan terhadap kehidupan masyarakatnya. Kekuatan artefak makam dari seorang tokoh religius (Wali) mengindikasikan pada masyarakat tertentu  masih yang percaya pada hubungan yang bersifat supranatural, sehingga memberi nilai dengan sebutan tempat keramat. Kedudukan makam memiliki arti penting yaitu memberikan dampak pada para peziarah terhadap aktivitas kehidupannya. Setiap Jumat Kliwon makam Sunan Kalijaga memiliki arti penting di mata para peziarah. Metoda penelitian bersifat deskriptif berdasarkan pengamatan dan hasil wawancara terhadap responden peziarah. Hasil riset pada makam Sunan kalijaga menjelaskan tentang hubungan ritual yang bersifat transendental antara para peziarah dengan objek makam

 

Kata Kunci: Ziarah Religi, Spiritual, Makam Wali, Jumat Kliwon


Full Text:

PDF

References


Graaf, De H.J. & Th.G.Th. Pigeaud (1985). Kerajaan-Kerajaan Islam Pertama di Jawa, Peralihan dari Majapahit ke Mataram. Pustaka Grafiti , Jakarta.

Prijotomo, Josef (1992). Idea and Forms of Javanese Architecture. Gadjah Mada University Press, Jogyakarta.

Dewiyanti, Dhini (2012). Spaces for Muslims Spiritual Meanings. ASEAN Conference on Environment-Behaviour Studies. Bangkok, Thailand, 16-18 July 2012

Puspitasari, Popi dkk. (2011). Ritual and Space Structure:Pilgrimage and Space Use in Historical Urban Kampung Context of Luar Batang Procedding ASEAN Conference on Environment-Behaviour Studies, Bandung 15 – 17 Juni 2011.

Widyastuti, Murni (2016). Penyebutan Makam di dalam Masyarakat Jawa. Proseding Seminar Nasional Toponimi, “Toponimi dalam perspektif ilmu budaya” FIB Universitas Indonesia, Jakarta 3 November 2016. ISSN: 2598-4063.

Anggiarni, Renaya (2004). Morfologi Desa Perdikan Kadilangu. Tesis Magister Arsitektur. Universitas Diponegoro.




DOI: https://doi.org/10.31848/arcade.v2i2.63

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats

PUBLISHER ADDRESS:
Department of Architecture, Universitas Kebangsaan,  Jl. Terusan Halimun No.37, Lkr. Sel., Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat 40263. E-mail address: jurnalarsitekturarcade@gmail.com

Free counters!