KARAKTER VISUAL GANG GAMBIRAN KAWASAN PECINAN, SEMARANG

Kristiani Budi Lestari, Suzanna Ratih Sari, R. Siti Rukayah

Abstract


Abstract : Chinese culture played a major role in forming the identity of the semarang city, which is seen by the Chinatown as both economic and Tionghoa cultural center in Semarang. As a result of growing economic activity, the building with Chinese architectural in Chinatown had physical changes that adjusted the needs of the region’s residents. This resulted a change in the visual quality of the Semarang Chinatown as a historic settlement in Semarang. However, observations have shown that there are still quite a few historical houses, especially in Gang Baru, Gang Gambiran, Gang Besen. The study aims to learn how houses in the Gang Gambiran as one of the corridors that still maintain traditional characteristics on the facade may affect the characteristics of space in the Semarang Chinatown. The study employed qualitative methods with the facade of buildings in Gang Gambiran as a component that affected the visual character of the region. That indicator became the guide in data collection and analysis. As a result, the visual character of the Chinatown in the Gang Gambiran as one of the corridors in Semarang Chinatown settlement was strongly influenced by a dwelling that still retained the architectural significance of China.

Abstrak: Kebudayaan Tionghoa berperan besar dalam membentuk identitas kota Semarang, hal tersebut terlihat dengan adanya Kawasan Pecinan (Chinatown) sebagai kawasan sentra ekonomi yang padat dan juga pusat kebudayaan warga Tionghoa di Semarang. Akibat kegiatan ekonomi yang semakin bertumbuh, bangunan dengan ciri arsitektur Tionghoa di Pecinan mengalami perubahan fisik bangunan yang menyesuaikan dengan kebutuhan penghuni kawasan. Hal tersebut mengakibatkan perubahan kualitas karakter visual kawasan Pecinan Semarang sebagai permukiman bersejarah di Semarang. Namun, dari pengamatan yang dilakukan ditemukan masih cukup banyak bangunan, khususnya tipe hunian di dalam beberapa koridor yang masih mempertahankan bentuk fasad sesuai ciri khas arsitektur Tionghoa. Bangunan-bangunan tersebut khususnya berada di koridor Gang Baru, Gang Gambiran, Gang Besen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hunian di Gang Gambiran sebagai salah satu koridor yang masih terdapat ciri khas tradisional pada fasad bangunan dapat mempengaruhi karakteristik ruang di Kawasan Pecinan Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan fasad bangunan di Gang Gambiran sebagai komponen yang mempengaruhi karakter visual kawasan.  Indikator tersebut menjadi patokan di dalam pengumpulan data dan analisa. Hasil dari penelitian ini adalah karakter visual Kawasan Pecinan di Gang Gambiran sebagai salah satu koridor di Kawasan Pecinan Semarang cukup kuat dipengaruhi oleh hunian yang masih mempertahankan ciri khas arsitektur China.



Keywords


Karakter visual, Kawasan pecinan, Koridor

Full Text:

PDF

References


Antariksa, 2016, Teori & Metode Pelestarian Kawasan Pecinan. Cahaya Atma Pustaka. Yogyakarta.

Choironi, Rosida. 2004. Karakter Ruang Gang Baru, Pecinan Semarang. Tugas Akhir Tidak DIterbitkan, Program Pasca Sarjana, Universitas Diponegoro. Semarang

Cullen, Gordon. 1961. The Concise of Townscape, Van Norstrand Reinhold Company, New York.

D.K. Ching, Francis. 1979. Architecture : Form, Space, and Order. Van Norstrand Reinhold Company, New York.

Gin, Djih Su. 1964. Chinese Architecture, Last and Contemporer. Hongkong : The Sinpoh Amalgated Ltd.

Melati, Monica Latu, dkk. 2014. Perkembangan Kawasan Pecinan Semarang. Jurnal Arsitektur Komposisi. Vol 10, No 6. E-ISSN 2656-551X

Moleong, Lexy J. 2018. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

Hadinoto, 2008. Perkembangan Bangunan Etnis Tiongia di Indonesia (Akhir Abad ke-19 sampai tahun 1960-an)

Harani, A.R & Motic, K. 2017. Pengaruh Fasade Bangunan Terhadap Karakter Visual Kawasan (Studi Kasus: Pecinan Semarang, Malaysia Dan Singapura). Jurnal Pengembangan Kota. Universitas Diponegoro. Semarang.

Januastuti, Vicky ; Artiningrum, Primi. Pengaruh Perubahan Fungsi Ruang dan Bentuk Rumah-Toko Terhadap Karakteristik Arsitektur Cina di Pecinan Pasar Lama Tangerang. Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan. [S.L.], V. 8, N. 1, P. 49-58, Nov. 2018. ISSN 2598-2982.

Prabowo, Bintang Noor, dkk. 2017. Conservation of Semarang Chinatown Traditional Settlement as Physical Characteristics of Chinatown district. IOP Conf.Ser,: Earth Environ.Sci. 99 012034

Pratiwo. 2010. Arsitektur Tradisional Tionghoa dan Perkembangan Kota. Penerbit Ombak, Yogyakarta

Smardon, Richard., James F. Palmer., John Barone, 1986, Foundation for Visual Project Analysis. John Wiley & Son, New York.

Royandi, Yudita, 2013, Penerapan Simbol dan Ornamen Pada Konstruksi Tou Kung di Rumah Tinggal Tradisional Cina. Dalam Jurnal Serat Rupa Vol.1, Edisi April 2013.

Shirvani, Hamid, 1984, The Urban Design Process. Van Nostrand Reinhold Company, New York.

Spreiregen, Paul D, 1965, Urban Design: The Architectur of Towns and Cities. Mc Graw Hill, New York.

Sudarwani,M.M, 2004, Karakter Fisik Dan Non Fisik Gang Baru Pecinan Semarang. Universitas Diponegoro. Semarang

Sudarwani, M. 2012. Simbolisasi Rumah Tinggal Etnis Cina Studi Kasus Kawasan Pecinan Semarang. Jurnal Momentum UNWAHAS, 8(2), 115256.

Sudarwani, M.M. 2019, Karakteristik Kawasan Pecinan Lasem, Kabupaten Rembang, Universtitas Kristen Indonesia.

Widiastuti, Ratih ; Rahmat, Amat ; Aseani, Wingky. 2015. Conservation and revitalization in Semarang Chinatown (Klenteng “chinese shrine” as physical characteristic in Semarang Chinatown). Procedia Environmental Sciences




DOI: https://doi.org/10.31848/arcade.v5i1.594

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats

PUBLISHER ADDRESS:
Department of Architecture, Universitas Kebangsaan,  Jl. Terusan Halimun No.37, Lkr. Sel., Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat 40263. E-mail address: jurnalarsitekturarcade@gmail.com

Free counters!