EVALUASI PERILAKU PENGGUNA HALTE BUS TRANS JOGJA DI MALIOBORO Studi Kasus: Halte Malioboro 2

Andreas Kelmens Suban Mukin

Abstract


Abstract: The Trans Jogja bus stop has an important role as a transitional space between the outer space and the Trans Jogja bus. The Malioboro 2 bus stop is one of the Trans Jogja shelters which is located on Malioboro Street. The existence of a bus stop located in the tourist center of Yogyakarta has caused this bus stop to have a high level of activity with a variety of varied user backgrounds. The research uses qualitative methods with data collection methods. by conducting field observations, interview documentation and using the Behavior Mapping method with place center mapping techniques to determine the behavior patterns of bus stop users. The behavior pattern of the users of the Malioboro 2 bus stop is influenced by several factors, namely: The temperature of the waiting room, the length of the waiting duration and the density level in the waiting room of the Malioboro stop 2

Abstrak: Halte Trans Jogja memiliki peran penting sebagai ruang transisi yang antara ruang luar menuju ke dalam bus Trans Jogja. Halte malioboro 2 merupakan salah satu halte Trans Jogja yang yang berada pada jalan malioboro, keberadaan halte yang terletak pada pusat wisata kota Yogyakarta menyebabkan halte ini memiliki tingkat aktivitas yang tinggi dengan berbagai macam latar belakang pengguna yang bervariasi. penelitian menggunakan metode kualitatif dengan metode yang digunakan dalam proses pengumpulan data pada lapangan melakukan observasi lapangan, dokumentasi wawancara dan menggunakan metode Behavior Mapping dengan teknik Place Center Mapping untuk mengetahui pola perilaku pengguna halte bus. Pola perilaku pengguna halte malioboro 2 dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu: Tingkat suhu ruang tunggu, lamanya durasi menunggu dan tingkat kepadatan pada ruang tunggu halte malioboro 2.


Keywords


Pemetaan Perilaku, Halte Bus, Perilaku

Full Text:

PDF

References


Fisher, A., Bell, P.A., & Baum, A., (1984). Environmental Psychology. New York: Holt, Rinehart, dan Wiston.

Heimstra, N.W., & Mc Farling, L.H. (1982). Environmental Psychology. California: Brooks/ Cole Publishing Company

Helmi, A.F., (1995). Strategi Adaptasi yang Efektif dalam Situasi Kepadatan Sosial. Tesis. (tidak diterbitkan). Yogyakarta: Program Pasca Sarjana, Universitas Gadjah Mada

Hidayat, A. M., & Kushari, B. (2004). Kemauan Membayar (Willingness To Pay) Calon Penumpang Terhadap Rencana Pelayanan Transjogja Rute Yogyakarta- Kaliurang. Jurnal Teknisia, 1(1), 67–77.

Indrayana, M. (2010). Penentuan Jumlah Kendaraan Transjogja Dengan Metode Simulasi. Jurnal Optimasi Sistem Industri. https://doi.org/10.25077/josi.v9.n2.p53-58.2010

Joyce Marcella Laurens. (2005). Arsitektur Dan Perilaku Manusia. Jakarta. Grasindo

Kurniawan, H. (2014). Tipologi Renovasi Aksesibilitas Halte Trans Jogja. Inklusi, 1(1), 1. https://doi.org/10.14421/ijds.010101

Notoatmodjo, S. (2003). Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. In Rineka Cipta. https://doi.org/10.1016/j.jallcom.2009.10.130

Sommer R and Sommer B. (1980) Behavior Mapping: Practical Guide To Behavior Research, New York Oxford university Press.

sugiyono. (2010). Metode Penelitian Kuantitatif & kualitatif. Journal of Experimental Psychology: General.

Toghas, L. M. J. (2015). EVALUASI HALTE BUS TRANSJOGJA DENGAN TINJAUAN ASPEK ERGONOMI.

Veitch, R. & Arkkelin, D., (1995). Environmental Psychology: An Interdisciplinary Perspective. New Jersey: Prentices Hall.




DOI: https://doi.org/10.31848/arcade.v5i1.591

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats

PUBLISHER ADDRESS:
Department of Architecture, Universitas Kebangsaan,  Jl. Terusan Halimun No.37, Lkr. Sel., Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat 40263. E-mail address: jurnalarsitekturarcade@gmail.com

Free counters!