KLASIFIKASI KEKUMUHAN DAN KONSEP PENANGANAN PERMUKIMAN KUMUH PERKOTAAN (Studi Kasus : Permukiman Lampu Satu, Merauke)

Reivandy Christal Joenso, Suzanna Ratih Sari

Abstract


Abstract: Lampu Satu settlement is one of 12 slum areas in Merauke Regency. Based on the verification results, Lampu Satu slum settlement is the largest, which is 43.67 hectares or 39.44% of the total area of Merauke Regency slum areas. The purpose of this study is to determine the classification and concept of treatment slum settlements in the Merauke One Light settlement. The analytical method used is descriptive quantitative analysis of the characteristics of the Merauke Lampu Satu slums and measurement of the survey results based on the Minister of Public Works and Housing No. 2 of 2016 to determine the classification of slums and to analyze the concept of handling. The final results obtained in this study are the classification of Lampu Satu slums at a moderate level of slums. The concept of treatment that can be done is prevention with the socialization of licensing procedures, healthy living behaviors, waste management, fire disasters, as well as socialization of regional spatial plans. While the improvement of the quality of settlements is carried out on infrastructure and facilities that are still not by applicable standards and criteria as well as by conducting a resettlement program in settlements located in coastal zones.

Keyword: classification; slums; concept of treatment

Abstrak: Permukiman Lampu Satu merupakan salah satu dari 12 lokasi kawasan permukiman kumuh pada Kabupaten Merauke. Berdasarkan hasil verifikasi, permukiman kumuh Lampu Satu merupakan yang terluas yaitu 43,67 hektare atau 39,44% dari total luas kawasan permukiman kumuh Kabupaten Merauke. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menentukan klasifikasi kekumuhan dan merumuskan konsep penanganan permukiman kumuh pada permukiman Lampu Satu Merauke. Metode analisis yang digunakan adalah analisis kuantitatif deskriptif terhadap karakteristik permukiman kumuh Lampu Satu Merauke serta pengukuran terhadap hasil survei berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 2 Tahun 2016 untuk menentukan klasifikasi permukiman kumuh dan untuk menganalisis konsep penanganan. Hasil akhir yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu klasifikasi permukiman kumuh Lampu Satu pada tingkat kekumuhan sedang.  Konsep penanganan yang dapat dilakukan adalah pencegahan dengan sosialisasi terhadap prosedur perizinan, perilaku hidup sehat, pengelolaan sampah, bencana kebakaran, serta sosialisasi tentang rencana tata ruang kawasan. Sedangkan peningkatan kualitas permukiman dilakukan pada prasarana dan sarana yang masih belum sesuai standar dan kriteria yang berlaku serta dengan melakukan program permukiman kembali (resettlement) pada permukiman yang berada pada kawasan sempadan pantai.

Kata Kunci: klasifikasi; permukiman kumuh; konsep penanganan

Keywords


klasifikasi; permukiman; permukiman kumuh; konsep penanganan

Full Text:

PDF

References


Doxiadis.C.A. (1974). Action for A Better Scientific Approach to The Subject of Human Settlements. The Journal of Ekisties. Vol. 38:229.

Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (2016). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 2 tahun 2016 tentang Peningkatan Kualitas Terhadap Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh.

Kementrian Pekerjaan Umum. (2014). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 1 tahun 2014 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Pekerjaann Umum dan Penataan Ruang.

Pollo,Y.J. (2016). Ketersediaan Infrastruktur Permukiman Kumuh Pesisir (studi kasus: Desa Likupang Dua dan Desa Likupang Kampung Ambong, Kecamatan LikupangTimur, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara).

Rahman, M A. (2018). Arahan Penanganan Permukiman Kumuh Pada Kawasan Pesisir Kota Gorontalo.

Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman Provinsi Papua. (2018). Laporan Akhir Penyusunan Rencana Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Pemukiman Kumuh Perkotaan Kabupaten Merauke.

Setiadi Amos. (2014). Tipologi Dan Pola Penanganan Permukiman Kumuh di Kota Bontang.

Sri Kumala., Fitri Yusman. (2014). Kajian Karakteristik Dan Metode Penanganan Kawasan Kumuh (Studi Kasus: Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang).

Stephany Matra Sonda., Vicky H. Makarau., Hendriek H. Karongkong. (2017). Upaya Penanganan Infrastruktur Kawasan Permukiman Kumuh Perkotaan Di Tanjung Selor, Kalimantan Utara.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 1 tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia




DOI: https://doi.org/10.31848/arcade.v4i2.366

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats

PUBLISHER ADDRESS:
Department of Architecture, Universitas Kebangsaan,  Jl. Terusan Halimun No.37, Lkr. Sel., Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat 40263. E-mail address: jurnalarsitekturarcade@gmail.com

Free counters!