ANALISIS POLA PERMUKIMAN KAMPUNG PENELEH SURABAYA

Stivani Ayuning Suwarlan

Abstract


Abstract: Settlement patterns in an area can change due to population growth and activity from year to year, thereby increasing the need for housing. The increased need for housing has caused local residents to build buildings without regard to initial land boundaries / initial house plots, so that building compaction occurs. As a result of building compaction can change the pattern of settlements and even create new patterns of settlement in the area. Knowing changes in patterns and the existence of new patterns is very necessary, especially for local governments as material for study in making regulations / policies. This case occurred in Surabaya Peneleh Village, which used to have settlements on the riverbank transformed into an area that had an elongated pattern following the street network and clustered pattern due to compaction of buildings.

Keywords: settlement, settlement patterns, building compaction

Abstrak: Pola permukiman pada suatu wilayah dapat mengalami perubahan yang disebabkan oleh pertumbuhan dan aktivitas penduduk dari tahun ke tahun sehingga meningkatkan kebutuhan rumah tinggal. Kebutuhan rumah yang meningkat ini menyebabkan penduduk setempat mendirikan bangunan tanpa memperhatikan batas lahan/ kavling awal, sehingga terjadilah pemadatan bangunan. Hasil dari pemadatan bangunan ini dapat merubah pola permukiman bahkan menciptakan pola permukiman baru pada wilayah tersebut. Diketahuinya perubahan pola dan keberadaan pola baru sangat diperlukan terutama bagi pemerintah setempat sebagai bahan kajian dalam pembuatan peraturan/ kebijakan. Hal ini terjadi pada Kampung Peneleh Surabaya yang awalnya hanya memiliki permukiman di pinggiran sungai bertransformasi menjadi wilayah yang memiliki pola permukiman memanjang mengikuti jaringan jalan dan pola mengelompok akibat pemadatan bangunan.

Kata Kunci: permukiman, pola permukiman, pemadatan bangunan


Keywords


Permukiman

Full Text:

PDF

References


Ari & Antariksa. (2005). Studi Karakteristik Pola Permukiman di Kecamatan Labang Madura. Jurnal ASPI, 4 (2), 78-93.

Bintarto, R. (1983). Interaksi Desa Kota dan Permasalahannya. Jakarta: Ghalia.

Budiharjo, E. (2009). Perumahan dan Permukiman di Indonesia. Bandung: PT. Alumni Bandung.

Handinoto. (1996). Perkembangan Kota dan Arsitektur Kolonial Belanda di Surabaya 1870-1940. Yogyakarta: Kerjasama Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Petra Surabaya dan Penerbit ANDI.

Herbert, D. (1973). Urban Geography Social Perspective. London: Longman.

Johnson, J. (1981). Urban Geography. Frankfrut: Pergamon Press.

Kuswartojo, T. (2005). Perumahan dan Pemukiman di Indonesia: Upaya Membuat Perkembangan Kehidupan yang Berkelanjutan. Bandung: ITB.




DOI: https://doi.org/10.31848/arcade.v4i1.335

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats

PUBLISHER ADDRESS:
Department of Architecture, Universitas Kebangsaan,  Jl. Terusan Halimun No.37, Lkr. Sel., Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat 40263. E-mail address: jurnalarsitekturarcade@gmail.com

Free counters!