SIRKULASI MANUSIA DAN KENDARAAN PADA PEDESTRIAN TERHADAP KONEKSITAS SIMPANG LIMA SEMARANG

Rohman Eko Santoso, Suzanna Ratih Sari, Siti Rukayah

Abstract


Abstract: The Simpang Lima area is a city center with a variety of activities, the center of circulation, publik space, green space, religion, sports, economy, social and culture. In the regulation of vehicle and human circulation sistems it is very important and requires an impact analysis as well as very long projections. The intersection of five Semarang City known as the center of the economic area as well as the green open space that used as a publik space so that many activities and activities that occur in the area. In addition to being a business district and office intersection, there is also a weekly car free day event, becoming a very large center of activity on Sundays and a publik space in Semarang.The influence of the five intersections in this area will focus on humans who are in front of the five intersection (ciputra mall stop) with the intersection of five because the location is the number of people passing through more roads. So in this study two recommendations will emerge, the first of which relates to humans who crossed at one point, the second is recommendations for the entire region.

Keyword: Circulation, Pedestrian, Connectivity

Abstrak: Kawasan Simpang Lima merupakan pusat kota yang terdapat berbagai macam kegiatan, pusat sirkulasi, ruang publik, ruang hijau, agama, olahraga, ekonomi, sosial dan budaya. Dalam pengaturan sistem sirkulasi kendaraan maupun manusia sangatlah penting dan memerlukan suatu analisa dampak juga proyeksi yang sangat panjang. Simpang lima Kota Semarang diketahui sebagai pusat kawasan ekonomi maupun ruang terbuka hijau yang dijadikan ruang publik sehingga banyak kegiatan dan aktifitas yang terjadi dikawasan tersebut. Selain menjadi kawasan bisnis dan perkantoran simpang lima juga terdapat event mingguan car free day, menjadi pusat aktifitas yang sangat besar pada saat hari minggu dan menjadi ruang publik di kota semarang. Pengaruh simpang lima pada kawasan ini akan focus terhadap manusia yang berada di depan simpang lima (halte ciputra mall) dengan lapangan simpang lima tersebut karena pada lokasi tersbut jumlah manusia yang melewati jalanlebih banyak. Maka dalam penelitian ini akan muncul dua rekomendasi, yang pertama terkait manusia yang menyebrang pada datu titik tersebut, yang kedua rekomendasi seluruh kawasan.

Kata Kunci: Sirkulasi, Pedestrian, Koneksitas


Full Text:

PDF

References


Alhadar, A. (2011). Analisis Kinerja Jalan dalam Upaya Mengatasi Kemacetan Lalu Lintas pada Ruas Simpang Bersinyal di Kota Palu. Jurnal SMARTek, Nopember 2011.

Aristóteles. (2002). No Titleピコルナウイルス. ウイルス, 52(1), 1–5.

Benlin, O. D., & Sigit, A. L. (2013). Fungsi Pedestrian Jalan Tunjungan Dari Sirkulasi Ke Rekreasi: Studi Kasus Berdasarkan Kesejarahan. DIMENSI (Journal of Architecture and Built Environment), 40(2), 99–111. https://doi.org/10.9744/dimensi.40.2.99-112

Dharmawan, W., Oktarina, D., & Syahroni, H. (2016). Analisa Kinerja Bundaran Menggunakan Metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) (Studi Kasus: Bundaran Radin Inten Bandar Lampung). Jurnal Teknik Sipil Maranatha, 12(2), 111–120.

Ekawati, N. N., Soeaidy, M. S., & Ribawanto, H. (2013). TERHADAP KEMACETAN LALU LINTAS ( Studi pada Dinas Perhubungan Kota Malang ). Jurnal Administrasi Publik.

Erni Setyowati-Bambang Setioko. (2013). Metodologi Riset dan Statistik dalam Meotodologi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif.

Febrian, F. (2017). Perencanaan Persimpangan Sebidang Bundaran Adipura Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut (Studi Kasus Pemisah Jalan Depan Alun-Alun Tarogong Garut). Jurnal Konstruksi, 15(1), 57–74. https://doi.org/10.33364/konstruksi/v.15-1.57

Hayati, N. N., Jember, U., Sulistyono, S., & Jember, U. (2014). Perencanaan desain bundaran kawasan kampus universitas jember. (August).

Lestari, sugiyanti puji, Noor, I., & Ribawanto, H. (2014). Pengembangan Ruang Terbuka Hijau dalam Upaya Mewujudkan Sustainable City (Studi pada Masterplan Pengembangan RTH Tahun 2012-2032 di Kabupaten Nganjuk). Jurnal Administrasi Publik, 2(3), 381–387.

Purnomo, A., Setiawan, M. F., Sipil, J. T., & Teknik, F. (2016). Tingkat Kenyamanan Jalur Pedestrian Di Kawasan Simpang Lima Kota Semarang Berdasarkan Persepsi Pengguna. Jurnal Teknik Sipil Dan Perencanaan, 17(2), 131–138.

Sugiarto, S., Faisal, R., & Reyhan, M. (2019). Pengaruh sepeda motor terhadap kapasitas bagian jalinan pada perencanaan bundaran di Simpang Tujuh Ulee Kareng. Teras Jurnal. https://doi.org/10.29103/tj.v8i2.173

Teknik, F., Wahid, U., & Semarang, H. (2014). Prosiding SNST ke-5 Tahun 2014 Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim Semarang 1. (2006), 1–6.

Tisnaningtyas, E. Y. (2002). FUNGSI JALUR PEDESTRIAN DI KAWASAN SIMPANG LIMA.pdf.




DOI: https://doi.org/10.31848/arcade.v4i1.321

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats

PUBLISHER ADDRESS:
Department of Architecture, Universitas Kebangsaan,  Jl. Terusan Halimun No.37, Lkr. Sel., Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat 40263. E-mail address: jurnalarsitekturarcade@gmail.com

Free counters!