KINERJA TERMAL SELUBUNG GEDUNG KULIAH KOTA BANDAR LAMPUNG ITERA

Andi Asrul Sani, Adelia Enjelina Matondang, Guruh Kristiadi Kurniawan, Anggi Mardiyanto

Abstract


Abstract: The use of glass material should consider the comfort of space in the building. Field of glass is needed as natural lighting and visual facilities between the occupants and the surrounding environment. Its function as natural lighting is often accompanied by an increase in temperature in buildings, considering that Indonesia is a tropical country. Building temperatures that increase due to incoming sunlight can cause discomfort to building occupants. Such conditions make building occupants use air conditioner (AC). The use of air conditioners can increase the value of building energy consumption. For this reason, research on the value of heat transfer in buildings or the value of OTTV (Overall Thermal Transfer Value). OTTV value calculation is done by manual calculation. Bandar Lampung City lecture building at the Sumatra Institute of Technology was chosen as the object of this study. From the results of the study found that the value of heat transfer of a building or OTTV (Overall Thermal Transfer Value) is influenced by the factor of the ratio of the window area to the facade or WWR (Window Wall Ratio) and the shading factor (Shading Coefficient).

(Keywords:

Keyword: energy consumption, building energy, glass.

 

Abstract: Penggunaan material kaca semestinya mempertimbangkan kenyamanan ruang dalam bangunan. Bidang kaca diperlukan sebagai pencahayaan alami dan sarana visual antara penghuni dan lingkungan sekitar. Fungsinya sebagai pencahayaan alami seringkali disertai dengan peningkatan temperatur pada bangunan, mengingat Indonesia merupakan negara yang beriklim tropis. Temperatur bangunan yang meningkat akibat dari radiasi sinar matahari yang masuk dapat menyebabkan ketidaknyamanan bagi penghuni bangunan. Kondisi seperti itu membuat penghuni bangunan menggunakan air conditioner (AC). Penggunaan air conditioner tersebut dapat meningkatkan nilai konsumsi energi bangunan. Untuk  itu dilakukan penelitian mengenai nilai perpindahan panas dalam bangunan atau nilai OTTV (Overall Thermal Transfer Value). Penghitungan nilai OTTV dilakukan dengan penghitungan manual. Gedung kuliah Kota Bandar Lampung di Institut Teknologi Sumatera di pilih sebagai objek dalam penelitian ini. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa nilai perpindahan panas suatu bangunan atau OTTV (Overall Thermal Transfer Value) dipengaruhi oleh faktor nilai perbandingan luas jendela terhadap bidang fasad atau WWR (Window Wall Ratio) dan faktor pembayangan (Shading Coefficient).

Kata kunci : konsumsi energi, energi bangunan, kaca.


Full Text:

PDF

References


Asahimas (1996). Architectural Glass. Jakarta : PT. Asahimas.

ASHRAE (1993). ASHRAE Handbook. Fundamental.

ASHRAE (1980). Standar on Energy Conservation in New Building Design. BOCA (2000). International Energy Conservation Code.

Daryanto (1989). Kajian Tentang Pengendalian Energi Menggunakan Selubung Bangunan Pada Beberapa Gedung Kantor Bertingkat Banyak Di Jakarta. Bandung : Tesis – ITB.

Hadiyono, Mohammad (1999). Kajian Tentang Efektivitas Model Selubung Dalam Penghematan Energi Pada Alternatif Rancangan Gedung Perkantoran Berlantai Banyak Di Jakarta. Bandung : Tesis – ITB.

Santoso, A. J. Dan Antaryama, I Gusti N. (2005). Konsekuensi Energi Akibat Pemakaian Bidang Kaca Pada Bangunan Tinggi di Daerah Tropis Lembab. Dimensi Teknik Arsitektur Vol. 33, No. 1, 70-75.

Soegijanto (1980). Pengendalian Kondisi Lingkungan di Dalam Bangunan Rumah Tinggal di Daerah Tropis Lembab. Bandung : Desertasi – ITB.

Soegijanto, Derringer.J, dan Busch .J (1989). Building Energi Standard for Indonesia. Policy Analysis Process. Lawrence Berkeley Laboratory Interim Report.

Soegijanto, dkk (1998). Rancangan Konstruksi Selubung Bangunan Ditinjau Dari Aspek Konservasi Energi Serta Lingkungan Termal Dan Visual Pada Kondisi Iklim Tropis Lembab. Laporan Riset Unggulan Terpadu IV. Fakultas Teknologi Industri – ITB.

Sularti. Sri (2002). Pengaruh Desain Bukaan Terhadap Pergerakan Udara Pada Ruangan Masjid di Bandung Ditinjau Dalam Kerangka Kenyamanan Termal. Bandung : Tesis – ITB.

Nathaniel. Raynald (2010). Kinerja Termal Selubung Bangunan (Studi Kasus : Gedung Dea Tower 2). Bandung : Tesis – ITB.

The Development and Building Control Division (PWD) Singapore (1992) :

Handbook on Energy Conservation in Buildings and Building Service.

Vaughn, Bradshaw (1993). Building Control System. Second Edition. New York: John Willey & Sons. Inc.




DOI: https://doi.org/10.31848/arcade.v3i3.303

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats

PUBLISHER ADDRESS:
Department of Architecture, Universitas Kebangsaan,  Jl. Terusan Halimun No.37, Lkr. Sel., Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat 40263. E-mail address: jurnalarsitekturarcade@gmail.com

Free counters!