ANALISIS ELEMEN FASAD PADA BANGUNAN KOLONIAL KARYA F.D. CUYPERS & HELSWIT DI KOTA CIREBON

Agara Dama Gaputra

Abstract


Abstract: Colonial Architecture in Indonesia is a historical heritage that should be preserved. Characteristics of colonial architecture, among others, can be seen from the typology and elements forming its facade. The architectural consulting firm F.D. Cuypers & Hulswit whose works are spread in major cities of Indonesia is one of many influential architects during the Dutch colonial administration. This study describes the works of F.D. Cuypers & Hulswit based on elements forming their facade. The results of this study indicate the works of related architects, although they follow the development of existing styles and technologies, still maintain similarities in their characteristics.

Keyword: facade, characteristic, colonial

Abstrak: Arsitektur Kolonial di Indonesia merupakan peninggalan sejarah yang seharusnya dilestarikan. Karakteristik arsitektur kolonial antara lain dapat dilihat dari tipologi serta elemen-elemen pembentuk fasadnya. Dari sekian banyak arsitek-arsitek yang berpengaruh saat masa pemerintahan kolonial Belanda, adalah biro konsultan arsitektur F.D. Cuypers & Hulswit yang karya-karyanya tersebar di kota-kota besar Indonesia. Penelitian ini mendeskripsikan karya-karya F.D. Cuypers & Hulswit berdasarkan elemen pembentuk fasadnya. Hasil penelitian ini mengindikasikan karakteristik dari karya-karya arsitek terkait, meskipun mengikuti perkembangan langgam serta teknologi yang ada, tetap memiliki kesamaan pada karakteristiknya.

Kata Kunci: fasad, karakteristik, kolonial



Keywords


facade; characteristic; colonial

Full Text:

PDF

References


Handinoto. (1996). Perkembangan kota dan arsitektur kolonial Belanda di Surabaya, 1870-1940. Yogyakarta: Penerbit ANDI

Handinoto. (2010). Arsitektur dan Kota-kota di Jawa pada Masa Kolonial. Yogyakarta: Graha Ilmu

Handinoto & Hartono, S. (2007). “The Amsterdam School” Dan Perkembangan Arsitektur Kolonial Di Hindia Belanda Antara 1915-1940. Dimensi Teknik Arsitektur, 35, 46–58

Kumurur, V.A. (2015). Pengaruh Gaya Arsitektur Kolonial Belanda pada Bangunan Bersejarah di Kawasan Manado Kota Lama. Prosiding Temu Ilimiah IPLBI 2015, TI2015, E 167-172

Lestari, D.S.S. (1994). Identifikasi Pengaruh Arsitektur Eropa pada Bangunan Kantor di Semarang dan Surakarta 1870-1940: Suatu Pendekatan Tipomorfologis. Tesis Tidak Diterbitkan. Bandung: Institut Teknologi Bandung

Nas, P.J.M. (ed). (2009). Masa Lalu Dalam Masa Kini: Arsitektur Di Indonesia. Jakarta: Gramedia

Krier, R. (1988). Architectural Composition. New York: Rizolli International Publications, Inc.

Soekiman, D. (2014). Kebudayaan Indis-Dari Zaman Kompeni sampai Revolusi. Depok: Komunitas Bambu

Sachari, A. (2007). Budaya Visual Indonesia. Jakarta: Erlangga

Sumalyo, Y. (1995). Arsitektur Kolonial Belanda di Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press




DOI: https://doi.org/10.31848/arcade.v3i2.255

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats

PUBLISHER ADDRESS:
Department of Architecture, Universitas Kebangsaan,  Jl. Terusan Halimun No.37, Lkr. Sel., Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat 40263. E-mail address: jurnalarsitekturarcade@gmail.com

Free counters!