PENGARUH MATERIAL KACA SEBAGAI SELUBUNG BANGUNAN TERHADAP BESAR PERPINDAHAN PANAS PADA GEDUNG DIKLAT PMI PROVINSI JAWA TENGAH

Wingky Aseani, Erni Setyowati, Suzanna Ratih Sari

Abstract


Abstract: Buildings in the tropical area should be able to anticipate the tropical climate well. Buildings with active systems design need to be planned in such a way that energy use in the building becomes effective and efficient, Setyowati (2015). The envelope  of the building became the front guard of radiation into the building. With the right building envelope  design, the use of energy in the building can be optimally saved. Building envelope  as a building element that enclosesit  is a wall and translucent roof or non-translucent light where most thermal and light energy moves through the element. The results show that solar radiation contributes the largest amount of heat entering the building. The concept of OTTV calculates the heat transfer from outside into a building that is conduction through infinite walls of light, sun-glass radiation, and heat conduction on glass. Large solar radiation transmitted through the building envelope is influenced by the building facade, the ratio of the glass area and the overall wall of the wall (wall to wall ratio), and the type and thickness of glass used. If the OTTV value of a building is less than or equal to 35 W / m2, then the building is in compliance with the Energy Efficient Building Terms SNI 03-6389-2011. PMI Training Center Central Java Province as the object of study is a modern building dominated by glass material. The glass used is a hot-colored glass. The result of the OTTV calculation on the East wall of the Central Java Education Center was 33.140 W / m2, on the North Wall was 33.577 W / m2, on the West wall was 41.645 W / m2, at the South wall of 30.468 W / m2. From the OTTV calculation, total OTTV value is 35,5991 W / m2, so it is concluded that the building of PMI Training Center in Central Java Province does not meet the requirement of energy-saving building based on SNI 03-6389-2011. To achieve the ideal value of OTTV energy-saving buildings based on SNI 03-6389-2011 at PMI Training Center Central Java Province, it is necessary to reduce the use of glass to 10.5% of the wall area on the western wall. From the simulation result after repairing on West side wall, total OTTV value is 32.9795 W / m2 in order that PMI Training Center of Central Java Province could fulfilled energy saving building requirement based on SNI 03-6389-2011.

Keywords: Building Envelope, Glass, OTTV

Abstrak: Bangunan di daerah tropis seyogyanya dapat mengantisipasi iklim tropis dengan baik. Bangunan dengan sistem aktif desain perlu direncanakan sedemikian rupa agar pemanfaatan energi didalam bangunan menjadi efisien, efektif dan hemat, Setyowati (2015). Selubung bangunan menjadi garda depan masuknya radiasi ke dalam bangunan. Dengan desain selubung bangunan yang tepat, maka pemakaian energi didalam bangunan dapat dihemat seoptimal mungkin. Selubung Bangunan sebagai elemen bangunan yang menyelubungi yaitu dinding dan atap tembus atau yang tidak tembus cahaya dimana sebagian besar energi termal dan cahaya berpindah melalui elemen tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa radiasi matahari adalah penyumbang jumlah panas terbesar yang masuk ke dalam bangunan. Konsep OTTV menghitung perpindahan panas dari luar ke dalam bangunan yaitu konduksi melalui dinding tak tembus cahaya, radiasi matahari yang melalui kaca, dan konduksi panas pada kaca. Besar radiasi matahari yang ditransmisikan melalui selubung bangunan dipengaruhi oleh fasade bangunan yaitu perbandingan luas kaca dan luas dinding bangunan keseluruhan (wall to wall ratio), serta jenis dan tebal kaca yang digunakan. Bila nilai OTTV suatu bangunan yang dihasilkan kurang/sama dengan 35 W/m2, maka bangunan tersebut sudah sesuai dengan Syarat Bangunan Hemat Energi pada SNI 03-6389-2011. Gedung Diklat PMI Provinsi Jawa Tengah sebagai objek studi adalah bangunan berlanggam modern dengan dominasi bukaan dinding bermaterial kaca. Kaca yang digunakan adalah kaca berwarna jenis Panasap. Hasil perhitungan OTTV pada dinding Timur Gedung Diklat PMI Provinsi Jawa Tengah sebesar 33,140 W/m2, pada dinding Utara sebesar 33,577 W/m2, pada dinding Barat sebesar 41,645 W/m2, pada dinding Selatan sebesar 30,468 W/m2. Dari hasil perhitungan OTTV didapatkan nilai Total OTTV sebesar 35,5991 W/m2, sehingga disimpulkan bangunan Gedung Diklat PMI Provinsi Jawa Tengah tidak memenuhi syarat bangunan hemat energi berdasarkan SNI 03-6389-2011. Untuk mencapai nilai ideal OTTV bangunan hemat energi berdasar SNI 03-6389-2011 pada Gedung Diklat PMI Provinsi Jawa Tengah, maka perlu dilakukan pengurangan  pemakaian kaca menjadi 10,5% dari luas dinding pada dinding sisi Barat. Dari hasil simulasi setelah dilakukan perbaikan pada dinding sisi Barat, didapatkan nilai Total OTTV sebesar 32,9795 W/m2 sehingga Gedung Diklat PMI Provinsi Jawa Tengah memenuhi syarat bangunan hemat energi berdasarkan SNI 03-6389-2011.

Kata Kunci: Selubung Bangunan, Kaca, OTTV


Full Text:

PDF

References


Antaryama, I.G.N., 2005, Konsekuensi Energi Akibat Pemakaian Bidang Kaca Pada Bangunan Tinggi di Daerah Tropis Lembab, 33(1), pp.70-75.

Arikunto, S., 1992, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta: PT. Melton Utama.

Asih, D.S, 1992, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta: PT. Melton Utama.

Badan Standarisasi Nasional, 2011, Konservasi Energi Selubung Bangunan, Jakarta

Egan, M.D., 1975, Konsep-Konsep Dalam Kenyamanan Thermal, Alih Bahasa Oleh : Rosalia Niniek Srilestari, Kelompok Sain dan Teknologi Arsitektur, Jurusan Arsitektur Universitas Malang, Malang.

Eumorfopoulou, E.A., Kontoleon, K.J., 2009, Experimental Approach to the Contri-Bution of Plant-Covered Walls to the Thermal Behaviour of Building Envelopes, Building Environment, 44:1024–1038.

Givoni, B., 1994, Passive and Low Energy Cooling of Building, Van Nostrand Reinhold, United State of America.

Hutabarat, Sahala, 1999, Penyinaran Matahari, Penerbit Pakar Raya, Bandung.

Juniwati Santoso, Anik & I Gusti Ngurah Antaryama, 2005, Konsekuensi Energi Akibat Pemakaian Bidang Kaca pada Bangunan Tinggi di Daerah Tropis Lembab, Surabaya : Universitas Kristen Petra & Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Karsono, Tri Harso, 2010, Green Architecture - Pengantar Pemahaman Arsitektur Hijau di Indonesia, Rajawali Presse, Jakarta.

Koesnigsberger, O.H., Ingersoll, T.G., Mayhew, A., Szokolay, S.V., 1973, Manual of Tropical Housing and Building, Part 1: Climatic Design, Orient Longman Limited, India.

Konservasi energi selubung bangunan pada bangunan gedung, SNI 03-6389-2000

Konservasi energi selubung bangunan pada bangunan gedung, SNI 03-6389-2011

Lippsmeier, Georg., 1994, Bangunan Tropis, Erlangga, Jakarta.

Loekito, Sandra, 2006, Analisis Konservasi Energi Melalui Selubung Bangunan, Surabaya : Universitas Kristen Petra

Mangunwijaya, Y.B., 1994, Pengantar Fisika Bangunan, Penerbit Djambatan.

Priatman, Jimmy, 2003, Konsepsi dan Strategi Perancangan Bangunan di Indonesia, Surabaya : Universitas Kristen Petra

Satwiko, P., 2005, Arsitektur Sadar Energi, Penerbit Andi, Yogyakarta.

Satwiko, P., 2008, Fisika Bangunan, Penerbit Andi, Yogyakarta.

Selubung Bangunan, Panduan Pengguna Bangunan Gedung Hijau Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, 2012

Setyowati, Erni, 2015, Thermal Dan Acoustic, Buku Ajar Fisika Bangunan 2, Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Soegijanto, 1998, Bangunan Di Indonesia Dengan Iklim Tropis Lembab Ditinjau Dari Aspek Fisika Bangunan, Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan.

Sukmadinata N.S., 2008, Metode Penelitian Pendidikan, Remaja Rosdakarya, Bandung.

Schwolsky, Rick & James I. Williams, 1982, The Builder’s Guide to Solar Construction, USA

Watson, Donald, FAIA,2003, The Energy Design Handbook, The American Institute of Architecs Press : New York




DOI: https://doi.org/10.31848/arcade.v3i1.202

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats

PUBLISHER ADDRESS:
Department of Architecture, Universitas Kebangsaan,  Jl. Terusan Halimun No.37, Lkr. Sel., Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat 40263. E-mail address: jurnalarsitekturarcade@gmail.com

Free counters!