KAJIAN FASILITAS UMUM DESA MOROSARI DEMAK

Resza Riskiyanto, Arnis Rochma Harani, Rasyita Atmoko, Muhammad Ismail Hasan

Abstract


Abstract: Life's demands continue together with deteriorating natural conditions cause the community adjust its "space" which is exacerbated by the low economic conditions that occur in Morosari Demak Village.  Several public facilities in Morosari such as schools and health centers were available even though the conditions were not feasible. The study of this facility considered important regarding Morosari known as a marine tourism village, but in reality the village's maritime potential has not been well managed.

This village has a funeral of an Islamic religious leader who is located in the middle of the waters that used to be land.  This is what drives the need for public facilities which can accommodate the needs of the community and visitors who make pilgrimages in Morosari Village as an aspect to support the needs and survival of the Morosari Village community where pilgrimage tourism can be one of the village's income sources.

The method used is qualitative which uses field conditions (natural) as data then explores through various observations such as data collection, photographing, interviewing and observing.  The purpose of this study is to find out the most important facility needs to begin the design of the development of the Morosari village area.

From this research, it was concluded that the first public facility needs developed by the Morosari Village community were focused on the problems of road infrastructure.  Then being followed by the needs of other public facilities such as schools, health facilities that are supported by a good drainage system and distribution of clean water, Morosari Village will become a good marine tourism village.

Keyword: Morosari, Public Facilities, Infrastructure Design

 

Abstrak: Tuntutan hidup yang terus berlangsung beriringan dengan memburuknya kondisi alam yang membuat masyarakat menyesuaikan “ruang”nya yang diperburuk dengan keadaan perekonomian yang rendah terjadi pada Desa Morosari Demak. Pada Desa Morosari beberapa fasilitas umum seperti sekolah dan puskesmas sudah tersedia walaupun kondisinya yang kurang layak. Kajian mengenai fasilitas ini sangat penting berkaitan dengan sebutan Desa Morosari sebagai desa wisata bahari, namun kenyataannya potensi bahari desa ini belum di kelola dengan baik.

Desa ini memiliki pemakaman seorang tokoh agama Islam yang letaknya di tengah perairan yang dulunya merupakan daratan. Hal inilah yang mendorong untuk menganalisa kebutuhan akan fasilitas umum yang dapat mengakomodir kebutuhan masyarakat dan pengunjung yang melakukan ziarah di Desa Morosari sebagai salah satu aspek untuk menunjang kebutuhan dan keberlangsungan hidup masyarakat Desa Morosari yang dimana wisata ziarah dapat menjadi salah satu sumber pendapatan desa ini.

Metode yang digunakan adalah kualitatif yang menggunakan kondisi lapangan (alami) sebagai data kemudan menggalinya melalui berbagai observasi, yaitu mendata, memotret, wawancara dan mengamati. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kebutuhan fasilitas yang terpenting untuk memulai perancangan pengembangan Kawasan desa Morosari.

Dari penelitian ini didapatkan kesimpulan yaitu, kebutuhan fasilitas umum yang pertama dikembangkan oleh masyarakat Desa Morosari baiknya menitik beratkan pada permasalahan infrastruktur jalan. Adapun diikuti oleh kebutuhan fasilitas umum lainnya seperti sekolah, fasilitas kesehatan yang didukung dengan sistem pembuangan serta distribusi air bersih yang baik dengan begini maka Desa Morosari akan menjadi desa wisata Bahari yang baik.

Kata Kunci: Desa Morosari, Fasilitas Umum, Perancangan infrastruktur


Full Text:

PDF

References


Adisasmita, Raharjo, 2008, Pengembangan Wilayah Konsep dan Teori (Cetakan Pertama), PT. Graha Ilmu, Yogyakarta.

Beratha, I Nyoman, 1982, Masyarakat Desa dan Pembangunan Desa, Ghalia Indonesia, Jakarta.

Dahuri, dkk, 2001, Pengolahan Sumber Daya Wilayah Pesisir dan Lautan Secara Terpadu, PT. Pradnya Paramita, Yogyakarta

Kartohadikoesomo, Soetardjo, 1953, Desa, Balai Pustaka, Jakarta.

Tuwo, Ambo, 2011, Pengelolaan Ekowisata Pesisir dan Laut, Brilian Internasional, Surabaya.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah

Vitasurya, Vicencia Reni, 2016, Local Wisdom for Sustainable Development of Rural Tourism, Case on Kalibiru and Lopati Village, Province of Daerah istimewa Yogyakarta, Procedia-Sosial and Behavioral Sciences Vol 216 Hal 97-108

Ferro-Azkona dkk, 2019, Adaptive capacity and social-ecological resilience of coastal areas: A systematic review, Ocean and Costal Management vol 173 hal 36-51

Nittivatanon dan Srinonil, 2019, Enhancing coastal areas governance for sustainable tourism in the context of urbanization and climate change in eastern Thailand, Advances in Climates Change Research, Vol 10, issue 1, hal47-58

Perkol-vinkel, dkk, 2018, Seascape architecture-incorporating ecological considerations in design of coastal and marine infrastructure, Ecological Engineering, vol 120 hal 645-654




DOI: https://doi.org/10.31848/arcade.v3i2.189

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats

PUBLISHER ADDRESS:
Department of Architecture, Universitas Kebangsaan,  Jl. Terusan Halimun No.37, Lkr. Sel., Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat 40263. E-mail address: jurnalarsitekturarcade@gmail.com

Free counters!